Memasuki bulan keenam kehamilan, dokter meminta Anda datang dalam keadaan puasa untuk tes gula darah. Padahal Anda merasa sehat dan makan seperti biasa.
Diabetes gestasional memang jarang menimbulkan keluhan, sehingga umumnya baru diketahui lewat tes. Bila tidak terkendali, kondisi ini bisa memengaruhi kehamilan, persalinan, dan kesehatan bayi.
Artikel ini membahas pengertian, penyebab, angka gula darah yang dipakai dokter, cara tes, pengobatan, dan pemeriksaan setelah melahirkan.
Apa Itu Diabetes Gestasional?
Diabetes gestasional adalah gangguan pengolahan karbohidrat atau intoleransi karbohidrat yang muncul atau pertama kali diketahui saat hamil. Pedoman Kementerian Kesehatan menyebutnya diabetes yang didiagnosis pada trimester kedua atau ketiga dan belum diketahui sebelum hamil.
Gula darah yang sudah tinggi sejak awal kehamilan bisa menandakan diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang belum terdeteksi, jadi perbedaan diabetes tipe 1, tipe 2, dan gestasional penting dipahami. Pada kebanyakan ibu, gula darah kembali normal tidak lama setelah bayi lahir.
Tinjauan yang dikutip PERKENI mencatat angka sekitar 10 persen ibu hamil di Asia Timur dan Tenggara, sementara data Indonesia masih sedikit.
Mengapa Gula Darah Naik Selama Hamil?
Selama hamil, kadar hormon meningkat dan berat badan bertambah. Perubahan ini membuat sel kurang peka terhadap insulin, hormon dari pankreas yang membantu gula masuk ke sel. Kondisi ini disebut resistensi insulin, dan CDC mencatat semua ibu hamil mengalaminya sampai taraf tertentu di akhir kehamilan.
Pada diabetes gestasional, sel beta di pankreas tidak mampu menambah produksi insulin sesuai kebutuhan, sehingga gula menumpuk dalam darah atau terjadi hiperglikemia. Menurut PERKENI, gangguan sel ini sering sudah ada sebelum hamil, dan faktor keturunan serta berat badan berlebih ikut berperan.
Siapa Saja yang Lebih Berisiko?
Risiko lebih tinggi pada ibu dengan kondisi berikut:
Berat badan berlebih sebelum hamil. Obesitas memperberat resistensi insulin sejak awal kehamilan. Kurang bergerak juga menambah risiko.
Riwayat diabetes gestasional atau bayi besar. Kondisi ini bisa berulang di kehamilan berikutnya. Riwayat melahirkan bayi lebih dari 4 kilogram juga termasuk faktor risiko.
Keluarga inti dengan diabetes. Orang tua atau saudara kandung dengan diabetes menaikkan risiko. PERKENI memasukkannya ke kriteria risiko tinggi.
Prediabetes atau PCOS. Gula darah di atas normal sebelum hamil menandakan tubuh mulai sulit mengolah gula. Sindrom ovarium polikistik juga tercatat sebagai faktor risiko.
Usia, tekanan darah, dan kebiasaan. PERKENI mencantumkan usia hamil yang lebih tua, hipertensi, kenaikan berat badan berlebih selama hamil, dan merokok. Dokter menilai faktor ini sejak kunjungan pertama.
PERKENI juga menggolongkan etnis Asia sebagai kelompok berisiko, sehingga skrining dianjurkan untuk semua ibu hamil di Indonesia, termasuk yang merasa sehat.
Gejala Diabetes Gestasional yang Mudah Terlewat
Kebanyakan ibu tidak merasakan keluhan yang jelas. Bila ada, gejalanya ringan, seperti berikut:
1. Lebih Cepat Haus
Rasa haus bisa muncul lebih sering dari biasanya. Keluhan ini tidak khas, jadi sampaikan kepada dokter atau bidan saat kontrol.
2. Lebih Sering Buang Air Kecil
Frekuensi buang air kecil bisa bertambah. CDC dan NIDDK mencatatnya, tetapi diagnosis tetap memerlukan tes gula darah.
3. Gula Terdeteksi dalam Urine
Tes urine rutin kadang menemukan gula atau glukosuria. PERKENI menjadikannya kriteria risiko tinggi, walau diagnosis tetap lewat tes gula darah.
Karena gejalanya samar, WHO menegaskan kondisi ini ditemukan lewat skrining kehamilan.
Risiko bagi Ibu dan Bayi
Bila gula darah tidak terkendali, risiko pada ibu meliputi:
Preeklamsia. Risiko tekanan darah tinggi dan preeklamsia pada ibu hamil meningkat. Kondisi ini bisa membahayakan ibu dan bayi.
Diabetes di kemudian hari. Kondisi ini bisa berulang pada kehamilan berikutnya. CDC mencatat sekitar separuh ibu dengan diabetes gestasional kemudian mengalami diabetes tipe 2.
Risiko pada bayi meliputi:
Bayi besar atau makrosomia. Bayi yang terlalu besar lebih mungkin tersangkut di jalan lahir atau cedera saat lahir. Persalinan pun lebih sering memerlukan operasi sesar.
Gula darah rendah setelah lahir. Hipoglikemia atau gula darah rendah bisa muncul karena kadar insulin bayi tinggi. Menyusu segera, dan kadang infus glukosa, membantu menaikkan gula darahnya.
Lahir lebih awal. Risiko persalinan prematur meningkat, dan bayi yang lahir lebih awal bisa mengalami gangguan napas. Bayi juga lebih berisiko kuning atau hiperbilirubinemia.
Dalam jangka panjang, anak lebih berisiko mengalami obesitas dan diabetes tipe 2. Pada kasus yang tidak diobati, risiko bayi lahir mati juga meningkat, sehingga pengendalian gula darah sangat membantu.
Kadar Gula Darah Ibu Hamil, Batas Diagnosis dan Target Harian
Dua kelompok angka ini sering tertukar. Batas diagnosis dipakai saat tes toleransi glukosa oral atau TTGO, sedangkan target harian dipakai setelah diagnosis untuk memantau pengobatan.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Mulai usia kehamilan 24 minggu, satu nilai yang mencapai batas sudah cukup untuk diagnosis, sedangkan sebelum itu PERKENI mensyaratkan dua nilai. Gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih mengarah ke pemeriksaan diabetes tipe 2.
Angka di tabel berlaku untuk darah vena, sedangkan darah kapiler dari ujung jari memakai batas sedikit lebih tinggi. Nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Batas ini juga berbeda dari nilai normal gula darah orang yang tidak hamil.
Kapan Ibu Hamil Perlu Konsultasi ke Dokter?
PERKENI menganjurkan skrining gula darah untuk semua ibu hamil sejak kunjungan pertama, lalu diulang pada usia kehamilan 24 sampai 28 minggu bila hasilnya normal, sebagai bagian dari tes darah saat hamil.
Periksakan diri lebih awal bila Anda punya faktor risiko atau pernah mengalami diabetes gestasional. Saat berolahraga, hentikan latihan dan segera periksa ke bidan atau dokter bila muncul perdarahan, kontraksi, gerakan janin berkurang, sesak, nyeri dada, atau pusing.
Bagaimana Diabetes Gestasional Didiagnosis?
Diagnosis berpegang pada TTGO, yang hingga kini menjadi standar baku. Tahapan TTGO baku pada ibu hamil seperti berikut:
Tiga hari sebelumnya, makan seperti biasa dengan karbohidrat cukup. Aktivitas juga berjalan seperti biasa.
Puasa 8 sampai 10 jam mulai malam hari. Air putih tanpa gula tetap boleh.
Pagi harinya, darah vena diambil untuk gula darah puasa. Hasilnya menentukan apakah tes berlanjut.
Ibu minum 75 gram glukosa dalam 300 mL air selama 5 menit. Air hangat membantu mengurangi mual.
Darah diambil lagi 1 jam dan 2 jam kemudian. Selama menunggu, ibu tetap puasa, beristirahat, dan tidak merokok.
Bila nilai puasa atau 1 jam sudah memenuhi kriteria, tes bisa dihentikan lebih awal.
Tes Toleransi Glukosa di Bumame
TTGO membaca cara tubuh mengolah beban gula dalam beberapa tahap, sehingga dokter memakainya untuk memastikan diabetes gestasional. Bumame menyediakan GTT 2 Jam PP, pemeriksaan darah yang mengukur glukosa pada tahap yang ditentukan dalam rangkaian tes toleransi glukosa. Halaman produknya mencantumkan riwayat diabetes gestasional sebagai salah satu alasan tes, sehingga relevan untuk kontrol setelah melahirkan.
Durasi puasa dikonfirmasi tim Bumame, dan obat atau suplemen rutin perlu diinformasikan. Untuk tes selama hamil, siapkan surat pengantar dokter kandungan, lalu hubungi CS Bumame lewat WhatsApp untuk menanyakan tahapan pemeriksaan dan jadwalnya.
Pengobatan Diabetes Gestasional
Sebagian besar langkah berikut bisa dimulai di fasilitas kesehatan tingkat pertama:
Pengaturan makan. Menu disusun bersama dokter atau ahli gizi sesuai target gula darah. Karbohidrat kompleks tinggi serat lebih disarankan, dan tiga kali makan bisa dibagi menjadi 4 sampai 6 porsi kecil.
Aktivitas fisik. PERKENI menganjurkan aktivitas intensitas sedang sekitar 150 menit per minggu sesuai izin dokter. Bergerak membantu menurunkan gula darah dan membuat tubuh lebih peka terhadap insulin.
Cek gula darah mandiri. Ibu memantau gula darah puasa dan setelah makan sesuai jadwal dokter. Target dijaga tanpa memicu gula darah rendah berulang.
Terapi insulin bila perlu. Bila target belum tercapai dalam 2 sampai 4 minggu, dokter spesialis penyakit dalam akan mempertimbangkan insulin. Jenis dan dosisnya ditentukan oleh dokter.
Setelah Melahirkan, Pemeriksaan Apa yang Dibutuhkan?
Menyusui segera setelah bayi lahir membantu mencegah gula darah rendah pada bayi. PERKENI menganjurkan menyusui setidaknya 6 bulan untuk membantu menurunkan risiko obesitas dan diabetes pada anak serta diabetes tipe 2 pada ibu.
Gula darah ibu perlu dicek ulang dengan TTGO 75 gram atau tes HbA1c pada 6 minggu sampai 6 bulan setelah melahirkan, dengan standar orang yang tidak hamil. Menurut pedoman nasional, nilai 2 jam 140 sampai 199 mg/dL tergolong prediabetes dan 200 mg/dL atau lebih termasuk diabetes.
Bila normal, tes diulang tiap tahun selama 3 tahun menurut PERKENI, lalu tiap 3 tahun seumur hidup sesuai pedoman nasional.
Langkah Sederhana untuk Menurunkan Risiko
Kebiasaan sehat membantu menurunkan risiko, walau belum ada cara pencegahan yang selalu berhasil. Sebelum hamil, capai berat badan sehat dengan makanan kaya serat dan aktivitas rutin. Selama hamil, tetap aktif sekitar 30 menit hampir setiap hari bila dokter mengizinkan.
CDC mengingatkan ibu hamil agar tidak berdiet menurunkan berat badan karena janin butuh pertambahan berat yang sehat. Bila pernah mengalami diabetes gestasional, periksakan diri sebelum merencanakan kehamilan berikutnya.
Deteksi Dini Memberi Lebih Banyak Pilihan
Diabetes gestasional umumnya bisa dikelola dengan pola makan, aktivitas, pemantauan yang teratur, dan obat bila perlu. Ikuti jadwal skrining, kenali angka hasil tes Anda, dan lanjutkan pemeriksaan setelah melahirkan. Untuk menanyakan persiapan atau jadwal tes, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
Pemeriksaan tersedia di lima klinik Bumame.
Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310. Senin sampai Minggu, pukul 07.00 sampai 21.00. Lihat lokasi
Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240. Senin sampai Minggu, pukul 06.00 sampai 20.00. Lihat lokasi
Pilih lokasi terdekat dari tempat Anda.
Referensi
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Hiperglikemia dalam Kehamilan 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/302/2026 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tatalaksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa.
World Health Organization. Diabetes.
Centers for Disease Control and Prevention. Gestational Diabetes.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Gestational Diabetes.
Mayo Clinic. Gestational Diabetes, Symptoms and Causes.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apa itu diabetes gestasional dan apakah bisa sembuh setelah melahirkan?
Diabetes gestasional adalah kondisi gula darah tinggi yang muncul atau pertama kali diketahui saat hamil karena tubuh tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan insulin. Pada kebanyakan ibu, gula darah kembali normal setelah melahirkan, tetapi risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari tetap meningkat.
Berapa target kadar gula darah harian bagi ibu hamil dengan diabetes gestasional?
Menurut pedoman PERKENI yang dikutip dalam artikel, target gula darah harian adalah di bawah 95 mg/dL saat puasa, di bawah 140 mg/dL satu jam setelah makan, dan di bawah 120 mg/dL dua jam setelah makan. Target individual perlu mengikuti arahan dokter.
Kapan ibu hamil perlu menjalani tes diabetes gestasional?
Skrining gula darah dianjurkan sejak kunjungan kehamilan pertama dan diulang pada usia kehamilan 24–28 minggu bila hasil awal normal. Ibu dengan faktor risiko tertentu mungkin perlu menjalani pemeriksaan lebih awal sesuai anjuran dokter.
Apa risiko diabetes gestasional bagi ibu dan bayi?
Gula darah yang tidak terkendali meningkatkan risiko preeklamsia pada ibu, serta bayi berukuran besar, lahir prematur, dan mengalami gula darah rendah setelah lahir. Dalam jangka panjang, ibu juga lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2, sedangkan anak berisiko mengalami obesitas dan diabetes tipe 2.
Bagaimana cara mengendalikan diabetes gestasional selama kehamilan?
Pengendalian dilakukan melalui pengaturan makan bersama tenaga kesehatan, aktivitas fisik intensitas sedang sesuai izin dokter, dan pemantauan gula darah secara rutin. Jika target belum tercapai, dokter dapat mempertimbangkan terapi insulin. Pemeriksaan gula darah juga perlu diulang setelah melahirkan.
