Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Jamur di Bibir: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya agar Tidak Mudah Kambuh
Kembali ke Artikel & Berita

Jamur di Bibir: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya agar Tidak Mudah Kambuh

SBATips Kesehatan

Sudut bibir terasa perih setiap kali membuka mulut, kulitnya merah dan pecah-pecah. Banyak orang menganggapnya bibir kering biasa dan cukup mengoleskan lip balm. Bila luka yang sama terus datang lagi, wajar untuk bertanya apa penyebabnya.

Salah satu kemungkinannya adalah jamur Candida, yang bisa tumbuh berlebihan di sudut bibir yang lembap atau saat daya tahan tubuh menurun. Penanganannya berbeda dengan bibir kering, dan infeksi yang sering berulang bisa menjadi petunjuk kondisi lain seperti diabetes.

Artikel ini membahas ciri jamur di bibir, bedanya dengan herpes dan bibir kering, alasan infeksinya mudah kambuh, serta cara mengatasi dan mencegahnya.

Apa Itu Jamur di Bibir?

Jamur di bibir adalah infeksi jamur Candida di bibir, sudut mulut, atau bagian dalam mulut. Menurut MSD Manual, Candida normalnya hidup di kulit, mulut, dan saluran cerna dan umumnya tidak menimbulkan gangguan. Kemenkes menjelaskan bahwa infeksi yang disebut kandidiasis muncul ketika jamur ini berkembang biak secara tidak normal.

Di area bibir, infeksinya biasanya tampil dalam dua bentuk:

  • Luka di sudut bibir. Dalam istilah medis, luka ini disebut angular cheilitis, yaitu retakan, kemerahan, atau kulit mengelupas di sudut mulut yang terasa sakit. Kemenkes menyebut pemicunya bisa jamur seperti Candida, bakteri seperti Staphylococcus aureus, atau keduanya.

  • Bercak putih di bibir dan rongga mulut. Infeksi jamur di dalam mulut, atau oral thrush, menimbulkan bercak putih atau kekuningan di lidah, bibir, gusi, langit-langit, dan pipi bagian dalam. Bercak ini bisa disertai kemerahan di mulut dan tenggorokan.

Bagaimana Jamur Bisa Tumbuh di Sudut Bibir?

Jamur dan bakteri mudah berkembang di tempat yang hangat dan lembap. Kemenkes menjelaskan bahwa air liur bisa menumpuk dan terperangkap di sudut bibir, lalu membuat bagian itu terinfeksi.

Menurut MSD Manual, kebiasaan menjilat bibir, mengisap jempol, dan gigi palsu yang tidak pas membuat sudut mulut terus lembap. Kemenkes menambahkan mengiler saat tidur, mengisap dot, gigi yang tidak sejajar, dan memakai masker. Luka ini lebih sering dialami anak-anak dan lansia, sehingga kebiasaan mengisap jempol pada anak dan kecocokan gigi palsu pada lansia perlu diperhatikan.

Kondisi Tubuh yang Membuat Jamur Mudah Kambuh

CDC menyebut infeksi jamur di mulut jarang terjadi pada orang dewasa yang sehat. Bila jamur di bibir datang berulang kali, kondisi berikut perlu ditelusuri bersama dokter:

  • Diabetes. Kemenkes, CDC, dan MSD Manual memasukkan diabetes ke daftar faktor risiko infeksi jamur. Menurut AAD, infeksi jamur di mulut umum dialami penyandang diabetes, dan infeksi yang sering datang bisa menjadi ciri diabetes yang belum terdiagnosis.

  • Daya tahan tubuh yang menurun. Imun tubuh yang menurun membuat jamur lebih mudah berkembang. Kemenkes menyebut HIV/AIDS, kanker, dan kemoterapi sebagai faktor risiko. Bila Anda sedang menjalani kemoterapi, sampaikan keluhan bibir kepada dokter bersama efek samping kemoterapi lainnya.

  • Obat dan kebiasaan tertentu. Kemenkes mencatat antibiotik dan kortikosteroid jangka panjang sebagai faktor risiko. CDC menambahkan kortikosteroid hirup untuk asma, obat yang membuat mulut kering, pemakaian gigi palsu, dan merokok. Obat resep sebaiknya tidak dihentikan tanpa arahan dokter.

  • Kekurangan gizi dan riwayat infeksi. Kemenkes mencatat kekurangan nutrisi, khususnya vitamin B, sebagai faktor risiko luka di sudut bibir. Unair News juga menyebut anemia dan riwayat infeksi jamur di rongga mulut di antara faktor risikonya.

Ciri-Ciri Jamur di Bibir dan di Dalam Mulut

Tanda jamur di bibir bisa berbeda pada tiap orang, dan sebagian ciri berikut bisa muncul bersamaan.

1. Sudut Bibir Merah, Pecah-Pecah, dan Perih

Kulit di sudut mulut tampak merah dan retak, disertai rasa sakit, kering, rasa terbakar, dan kadang gatal. Rasa tidak nyaman ini bisa membuat Anda ingin terus menjilat bibir. Kebiasaan itu justru membuat sudut bibir makin lembap.

2. Kulit Mengelupas, Berdarah, atau Menebal

Kemenkes mencatat luka di sudut bibir bisa berdarah, melepuh, membengkak, atau menebal dan mengeras. Kulit di sudut mulut juga bisa mengelupas. Luka yang terus berdarah atau meluas sebaiknya diperiksakan ke dokter.

3. Bercak Putih yang Meninggalkan Bintik Merah

Bila jamur juga tumbuh di dalam mulut, muncul bercak putih atau kekuningan yang menempel di bibir, lidah, atau pipi bagian dalam dan bisa terasa sakit. Menurut NHS, bercak yang diusap meninggalkan bintik merah yang bisa berdarah.

4. Rasa Makanan Berubah dan Nyeri saat Menelan

NHS mencatat makanan bisa terasa tidak seperti biasa, lidah dan gusi terasa sakit, dan makan atau minum menjadi sulit. Kemenkes juga mencatat nyeri saat menelan sebagai salah satu tandanya.

Jamur, Herpes, atau Bibir Kering? Begini Membedakannya

Luka di sudut bibir bisa tertukar dengan herpes di bibir atau bibir kering biasa. Menurut Kemenkes, luka sudut bibir dan herpes bibir adalah kondisi berbeda walau tampak serupa.

Keluhan

Lokasi dan tampilan

Ciri yang membedakan

Jamur di sudut bibir

Sudut mulut merah, pecah, mengelupas, kadang berdarah

Perih, rasa terbakar, atau gatal, dan tidak menular

Jamur di dalam mulut

Bercak putih atau kekuningan di bibir, lidah, atau pipi bagian dalam

Bila diusap meninggalkan bintik merah, dan tidak menular pada orang dewasa

Herpes bibir

Lepuhan di bibir

Umumnya didahului rasa kesemutan, panas, atau gatal, disebabkan virus dan bisa menular

Bibir kering

Bibir kering, pecah, dan perih

Dipicu cuaca dingin, udara kering, angin, sinar matahari, atau kurang minum

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Keluhan lain seperti sariawan dan bibir tiba-tiba bengkak punya pemicu dan penanganan sendiri. Bila bentuk luka sulit dibedakan, dokter bisa membantu menilainya.

Kapan Perlu Memeriksakan Bibir ke Dokter?

Menurut NHS, apoteker bisa membantu menangani jamur di mulut, tetapi keadaan berikut perlu dinilai dokter:

  • Tidak membaik setelah 1 minggu pengobatan. NHS menganjurkan menemui dokter bila gel mulut dari apotek belum memberi perbaikan setelah 1 minggu. Luka yang bertahan lama perlu dicari penyebabnya.

  • Nyeri saat menelan atau bibir bengkak. Sulit atau nyeri saat menelan masuk daftar NHS sebagai alasan menemui dokter. Bibir yang terasa panas, nyeri, dan bengkak juga perlu diperiksakan karena bisa menandakan infeksi.

  • Bayi dengan tanda jamur di mulut. Pada bayi, NHS mencatat tanda berupa lapisan putih di lidah yang sulit diusap, dan bayi bisa enggan menyusu. Bayi dengan tanda seperti ini sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Bagaimana Dokter Mengetahui Penyebab Luka di Bibir?

Dokter akan memeriksa luka di sudut bibir secara langsung. Menurut Kemenkes, tes usap di bibir dan hidung bisa dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri atau jamur penyebabnya, sehingga obat yang dipilih sesuai.

Untuk bercak di dalam mulut, sampel kerokan bisa diperiksa di bawah mikroskop, termasuk dengan larutan kalium hidroksida (KOH), atau ditanam di media kultur untuk mengetahui jenis jamurnya. Bila infeksi sering kambuh, dokter bisa menelusuri pemicunya, seperti gigi palsu, asupan gizi, dan kemungkinan diabetes.

Infeksi Jamur Berulang dan Pemeriksaan Gula Darah

Karena infeksi jamur yang sering datang bisa berkaitan dengan diabetes, dokter bisa meminta tes gula darah. Di Bumame, tersedia Glukosa Puasa, yang menurut halaman produknya mengukur gula darah setelah tidak makan beberapa jam sebagai pemeriksaan awal skrining risiko diabetes. Pemeriksaan ini memerlukan puasa 10 sampai 12 jam dengan air putih tanpa pemanis tetap boleh diminum, tersedia secara Walk In dan Home Care, dan hasilnya keluar dalam 1x24 jam. Untuk mengenal pemeriksaan gula darah lain, pahami juga perbedaan HbA1c dan gula darah puasa.

Cara Mengatasi Jamur di Bibir

Pengobatan disesuaikan dengan penyebab dan luasnya infeksi. Langkahnya bisa mencakup:

  • Obat antijamur. Kemenkes menyebut obat antijamur oles untuk luka sudut bibir, dan dokter juga bisa memberikan bentuk tablet, losion, atau krim. Untuk jamur di dalam mulut, NHS menyebut gel mulut dari apotek, dengan pemakaian sesuai arahan apoteker atau dokter.

  • Antibiotik bila ada bakteri. Luka sudut bibir yang melibatkan bakteri ditangani dengan antibiotik oles atau minum. Karena itu, penyebabnya perlu diketahui lebih dulu.

  • Menjaga luka tetap kering. MSD Manual menyebut kulit yang dijaga tetap kering membantu infeksi jamur mereda dan menurunkan risiko kambuh. Kemenkes juga menyarankan mengoleskan petroleum jelly di area luka.

  • Menangani pemicunya. Kemenkes menganjurkan makanan yang mengandung vitamin B, zat besi, dan folat, suplemen bila disarankan dokter, serta perbaikan gigi palsu yang tidak pas. Pada penyandang diabetes, AAD menyebut kontrol gula darah yang lebih baik bisa diperlukan.

Menjaga Sudut Bibir Tetap Kering dan Mulut Tetap Bersih

Kebiasaan berikut membantu menurunkan risiko jamur tumbuh kembali:

  • Berhenti menjilat bibir. Unair News menyarankan menghindari kebiasaan menjilat-jilat bibir. Bila bibir terasa kering, NHS menyarankan pelembap bibir berbahan petroleum jelly atau lilin lebah.

  • Rawat gigi, mulut, dan gigi palsu. Kemenkes menganjurkan rutin menggosok gigi dan ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. NHS menambahkan kebiasaan berkumur setelah makan atau memakai obat, serta tidak memakai gigi palsu saat tidur atau saat sudah tidak pas.

  • Berhenti merokok dan makan bergizi. Kemenkes menganjurkan berhenti merokok dan makan makanan bergizi seimbang. Unair News menambahkan cukup minum air serta makanan yang kaya vitamin dan mineral.

  • Jaga kebersihan perlengkapan bayi. NHS menyarankan mensterilkan dot dan botol susu. Langkah ini membantu menurunkan risiko jamur di mulut bayi.

Bibir Nyaman Kembali dengan Perawatan yang Sesuai Pemicunya

Jamur di bibir bisa ditangani bila lukanya dirawat dan pemicunya ditemukan. Sudut bibir yang kering, mulut yang bersih, dan gizi yang cukup membantu menurunkan risiko kambuh. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan gula darah, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Angular Cheilitis.

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kandidiasis.

  3. Universitas Airlangga, Unair News. Apa itu Angular Cheilitis?

  4. Aaron DM (MSD Manual Consumer Version). Candidiasis (Yeast Infection).

  5. NHS. Oral thrush (mouth thrush).

  6. Centers for Disease Control and Prevention. Risk Factors for Candidiasis.

  7. American Academy of Dermatology. Diabetes, 10 warning signs that can appear on your skin.

  8. NHS. Sore or dry lips.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apakah jamur di bibir menular?

Luka di sudut bibir akibat jamur atau bakteri umumnya tidak menular. Infeksi jamur di mulut pada orang dewasa juga tidak menular, berbeda dengan herpes bibir yang disebabkan virus dan dapat menular.

Bagaimana membedakan jamur di bibir dengan herpes?

Jamur biasanya menimbulkan sudut bibir merah dan pecah-pecah atau bercak putih di mulut. Herpes berupa lepuhan yang sering didahului kesemutan, rasa panas, atau gatal. Dokter dapat membantu memastikan penyebabnya.

Apa penyebab jamur di sudut bibir?

Air liur yang terperangkap di sudut bibir dapat memicu pertumbuhan jamur Candida atau bakteri. Kebiasaan menjilat bibir, gigi palsu yang tidak pas, kekurangan gizi, dan diabetes juga termasuk faktor pemicu.

Apakah jamur di bibir yang sering kambuh berkaitan dengan diabetes?

Bisa. Diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi jamur. Jika infeksi sering berulang, konsultasikan dengan dokter untuk menelusuri penyebabnya, termasuk kemungkinan diabetes yang belum terdiagnosis.

Berapa lama jamur di bibir sembuh?

Lama penyembuhan bergantung pada penyebab dan pengobatan yang diberikan. Jika infeksi jamur di mulut tidak membaik setelah satu minggu pengobatan, NHS menganjurkan pemeriksaan ke dokter.