Demam yang datang dan pergi, disertai menggigil lalu berkeringat, sering dianggap kelelahan sepulang tugas atau liburan ke Papua dan Sumba. Keluhan seperti ini layak diperiksakan, karena malaria termasuk penyebab yang perlu dipikirkan dokter.
Malaria bisa memburuk dalam waktu singkat. Segera ke IGD bila demam disertai rasa bingung atau sangat mengantuk, kejang, sesak napas, mata atau kulit menguning, urine berwarna gelap, atau buang air kecil sangat sedikit.
Artikel ini membahas penularan, gejala, cara memastikan, pengobatan, dan pencegahan malaria.
Apa Itu Malaria?
Malaria adalah infeksi parasit Plasmodium yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Anopheles betina. Parasit menetap di hati, berkembang biak, lalu menyerang sel darah merah. Pedoman Kemenkes mencatat P. falciparum dan P. vivax sebagai jenis yang banyak ditemukan di Indonesia, sedangkan P. knowlesi ditularkan dari monyet di Kalimantan dan Sumatera.
Kemenkes mencatat 418.546 kasus malaria pada 2023, dan 92% di antaranya berasal dari Tanah Papua yang penduduknya hanya 2% dari populasi nasional. Pulau Sumba di NTT dan Kabupaten Penajam Paser Utara juga tergolong daerah endemis tinggi, artinya penularan di sana masih tinggi. Hingga Juni 2024, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali sudah bersertifikat eliminasi malaria, sehingga bagi warganya riwayat bepergian menjadi petunjuk penting.
Cara Malaria Menular dari Nyamuk ke Manusia
Nyamuk Anopheles betina membawa parasit dari darah orang yang terinfeksi, lalu menularkannya saat menggigit orang lain. Menurut Kemenkes, nyamuk ini aktif menghisap darah pada malam hari, sekitar pukul 18.00 sampai 06.00, dan jenisnya berbeda dari nyamuk Aedes penular DBD.
Malaria tidak menular lewat kontak langsung antarmanusia. Penularan lain jarang terjadi, yaitu dari ibu hamil ke janin, transfusi darah, jarum suntik bekas, dan transplantasi organ.
Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Malaria Berat?
Kelompok berikut lebih mudah mengalami sakit berat:
Bayi dan balita. WHO dan Kemenkes menggolongkan anak di bawah lima tahun sebagai kelompok risiko tinggi. Anak yang demam sepulang dari daerah endemis perlu segera diperiksakan.
Ibu hamil. Malaria saat hamil lebih mudah menjadi berat dan bisa memicu keguguran, kelahiran prematur, atau bayi berat lahir rendah. NHS menganjurkan ibu hamil meminta saran dokter sebelum bepergian ke daerah berisiko.
Pelancong dan perantau. WHO menggolongkan pelancong sebagai kelompok berisiko. NHS juga menyebut orang yang dulu tinggal di daerah berisiko tinggi tidak lagi kebal setelah pindah, jadi pulang kampung tetap memerlukan perlindungan.
Daya tahan tubuh lemah. Orang dengan HIV, sistem imun lemah, usia di atas 65 tahun, atau tanpa limpa lebih berisiko sakit berat. Mereka sebaiknya berkonsultasi sebelum bepergian.
Gejala Malaria dan Kapan Biasanya Muncul
WHO menyebut gejala biasanya mulai 10 sampai 15 hari setelah gigitan. NHS menambahkan, sebagian orang baru bergejala berbulan-bulan setelah perjalanan.
1. Demam, Menggigil, lalu Berkeringat
Ketiganya menjadi keluhan utama malaria. Demam muncul saat sel darah merah yang terinfeksi pecah. Awalnya polanya tidak teratur, lalu pada sebagian jenis demam datang berselang, misalnya selang sehari pada P. vivax.
2. Sakit Kepala, Nyeri Otot, Mual, dan Diare
Keluhan ini bisa disertai muntah, sakit perut, dan hilang selera makan. WHO menyebut gejala awal malaria mirip banyak penyakit demam lain. Pada anak, rasa sangat lelah dan mengantuk bisa lebih menonjol.
3. Pucat dan Mudah Lelah
Parasit merusak sel darah merah, sehingga malaria bisa menyebabkan anemia. Dokter biasanya memeriksa telapak tangan dan kelopak mata bagian dalam, karena pucat termasuk ciri-ciri anemia.
4. Kulit dan Bagian Putih Mata Menguning
Kulit dan mata bisa menguning seperti pada penyakit kuning seiring infeksi berlanjut. Pedoman Kemenkes mencatat demam dengan kuning pada malaria sering dikira hepatitis atau leptospirosis. WHO memasukkan kuning ke dalam gejala berat, jadi segera ke IGD bila mata menguning saat demam.
Komplikasi pada Malaria Berat
WHO menyebut malaria P. falciparum yang tidak diobati bisa menjadi berat dalam 24 jam. Komplikasinya antara lain:
Gangguan otak. Pada malaria serebral, penderita bisa bingung, kejang, hingga koma. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak kecil, ibu hamil, dan pelancong yang belum pernah terpapar malaria.
Gangguan napas. Cairan bisa menumpuk di paru dan membuat napas berat. Kondisi ini memerlukan perawatan di rumah sakit.
Anemia berat dan trombosit rendah. Pecahnya banyak sel darah merah membuat hemoglobin turun tajam. Jumlah trombosit juga bisa sangat rendah.
Gangguan ginjal. Hemoglobin dari sel yang pecah bisa terbuang lewat urine sehingga warnanya gelap. Buang air kecil yang sangat sedikit bisa menandakan ginjal ikut terganggu.
Membedakan Malaria dari DBD
Malaria dan demam berdarah dengue (DBD) sama-sama diawali demam setelah gigitan nyamuk, tetapi pola dan cara memastikannya berbeda.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Trombosit rendah juga bisa ditemukan pada malaria, dan pedoman Kemenkes mencatat kondisi ini sering dikira DBD atau demam tifoid. Jadi, angka trombosit saja belum cukup untuk membedakannya.
Kapan Demam Sepulang Bepergian Perlu Diperiksakan?
Segera ke IGD bila demam disertai kesadaran menurun atau bingung, kejang, sesak napas, kulit atau mata menguning, urine gelap atau berdarah, buang air kecil sangat sedikit, perdarahan yang tidak biasa, atau badan sangat lemas. WHO menyebut gejala berat perlu segera mendapat pertolongan darurat.
Tanpa tanda bahaya pun, demam sepulang dari daerah endemis perlu segera diperiksakan. NHS menganjurkan pemeriksaan cepat bila gejala muncul dalam 12 bulan setelah mengunjungi daerah endemis, dan tidak menunggu pulang bila gejala muncul di perjalanan. Demam yang tidak kunjung reda setelah beberapa hari juga perlu dievaluasi dokter.
Cara Dokter Memastikan Malaria
Gejala awal malaria mirip demam tifoid, DBD, leptospirosis, dan chikungunya, sehingga pedoman Kemenkes mewajibkan dokter menanyakan riwayat perjalanan pada setiap pasien demam. WHO menganjurkan setiap dugaan malaria dikonfirmasi dengan tes yang menemukan parasit:
Apusan darah tebal dan tipis. Sampel darah diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari parasit, menentukan jenisnya, dan menghitung jumlahnya. Pedoman Kemenkes menyebut cara ini sebagai baku emas.
Tes diagnostik cepat atau rapid diagnostic test (RDT). Tes ini mendeteksi antigen parasit dengan hasil sekitar 20 menit. Idealnya, hasilnya tetap disertai pemeriksaan mikroskop.
Pemeriksaan ulang. Tes tidak selalu menemukan parasit pada pemeriksaan pertama. Bila hasilnya negatif tetapi dugaan masih kuat, dokter bisa mengulangnya setiap 12 sampai 24 jam.
Mengapa Dokter Juga Meminta Pemeriksaan Darah Lengkap?
Malaria merusak sel darah merah dan bisa menurunkan trombosit. Pedoman Kemenkes mencantumkan pemeriksaan hematologi pada malaria berat, dan dokter bisa meminta tes darah lengkap untuk memantau hemoglobin dan trombosit. Pemeriksaan ini melengkapi tes malaria, karena malaria tetap dipastikan lewat apusan darah atau tes cepat.
Bila dokter memintanya, pemeriksaan ini tersedia di Bumame sebagai Hematologi Lengkap, yang menurut halaman produknya mencakup hemoglobin, hematokrit, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa, tersedia lewat Walk In atau Home Care, dan hasilnya umumnya keluar dalam 1x24 jam, jadi tanda bahaya tetap ditangani di IGD. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Pengobatan Malaria Sesuai Jenis dan Beratnya
Malaria bisa disembuhkan. Dokter memilih obat berdasarkan jenis parasit, berat ringannya penyakit, usia, dan kehamilan:
Obat antimalaria golongan ACT. Kombinasi berbasis artemisinin ini direkomendasikan WHO dan Kemenkes, dengan dosis sesuai berat badan. Pedoman Kemenkes menyebut obat malaria tidak diminum saat perut kosong karena bisa mengiritasi lambung.
Obat tambahan agar tidak kambuh. Pada P. vivax dan P. ovale, sebagian parasit bisa bertahan di hati dalam bentuk tidak aktif atau hipnozoit. Dokter menambahkan obat untuk membasminya dan bisa memeriksa enzim G6PD lebih dulu.
Perawatan di rumah sakit. Malaria berat ditangani di rumah sakit dengan fasilitas perawatan intensif. Obat diberikan lewat pembuluh darah bersama penanganan komplikasi.
Ibu hamil mendapat obat yang disesuaikan, karena sebagian obat berisiko bagi janin. Bila demam kembali beberapa minggu sampai bulan setelah sembuh tanpa perjalanan baru, segera kontrol karena malaria P. vivax bisa kambuh.
Mencegah Malaria Sebelum, Selama, dan Setelah Bepergian
Langkah berikut membantu menurunkan risiko malaria:
Konsultasi sebelum berangkat. NHS menganjurkan konsultasi 4 sampai 6 minggu sebelum perjalanan. Untuk tujuan seperti Papua, Maluku, dan NTT, pedoman Kemenkes menyebut dokter bisa memberikan obat pencegahan atau kemoprofilaksis. Dokter juga bisa menyarankan vaksin sebelum bepergian untuk penyakit lain di daerah tujuan.
Cegah gigitan setelah senja. Tidur di bawah kelambu berinsektisida, oleskan losion antinyamuk berbahan DEET, dan kenakan baju lengan panjang serta celana panjang saat memancing, berkemah, atau masuk hutan pada malam hari. Obat pencegahan membantu menurunkan risiko, jadi perlindungan dari gigitan tetap diperlukan.
Jaga rumah dan lingkungan. Pasang kawat kasa di jendela dan ventilasi, lalu jangan biarkan air tergenang di sekitar rumah. Kemenkes juga menganjurkan menyemprot ruangan dengan obat antinyamuk.
Pantau demam setelah pulang. Catat tanggal dan tujuan perjalanan. Bila demam muncul dalam setahun setelah pulang, sampaikan riwayat ini kepada dokter.
Bepergian dengan Tenang, Periksakan Demam Lebih Awal
Malaria bisa dicegah dan disembuhkan. Perlindungan dari gigitan, obat pencegahan sesuai anjuran dokter, dan pemeriksaan darah begitu demam muncul sepulang dari daerah endemis membantu penanganan dimulai lebih cepat. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan darah, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Kenali Apa Itu Malaria, Gejala, Pencegahan dan Pengobatan.
Pratiwi AP (Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat). Perilaku Vektor Malaria di Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/556/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Malaria.
Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1988/2024 tentang Peta Jalan Eliminasi Malaria dan Pencegahan Penularan Kembali di Indonesia Tahun 2025–2045.
World Health Organization. Malaria.
NHS. Malaria.
Marie C, Petri WA Jr (MSD Manual Consumer Version). Malaria.
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Apakah malaria bisa menular dari orang ke orang?
Malaria tidak menular melalui kontak langsung. Penularan umumnya terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit. Penularan lain dapat terjadi melalui ibu hamil ke janin, transfusi darah, jarum suntik bekas, atau transplantasi organ.
Berapa lama gejala malaria muncul setelah digigit nyamuk?
Gejala malaria biasanya muncul sekitar 10–15 hari setelah gigitan nyamuk. Namun, sebagian orang baru mengalami gejala berbulan-bulan setelah bepergian ke daerah endemis.
Apa perbedaan malaria dan DBD?
Malaria disebabkan parasit Plasmodium yang ditularkan nyamuk Anopheles, sedangkan DBD disebabkan virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes. Keduanya dapat menyebabkan demam dan penurunan trombosit, sehingga diperlukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.
Bagaimana cara memastikan seseorang terkena malaria?
Malaria dipastikan melalui pemeriksaan darah, seperti apusan darah menggunakan mikroskop atau tes diagnostik cepat. Jika hasil pertama negatif tetapi dugaan malaria masih kuat, dokter dapat menyarankan pemeriksaan ulang.
Apakah malaria bisa kambuh setelah sembuh?
Ya. Malaria akibat Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale dapat kambuh karena sebagian parasit bertahan dalam bentuk tidak aktif di hati. Dokter dapat memberikan obat tambahan untuk membasmi parasit tersebut dan membantu mencegah kekambuhan.
