Sela jari kaki terasa gatal setelah seharian memakai sepatu tertutup. Kulitnya tampak putih, lembap, dan mengelupas. Banyak orang menyebutnya kutu air, mengoleskan obat seadanya, lalu berhenti begitu gatalnya reda.
Beberapa minggu kemudian, keluhan yang sama sering kembali. Bila dibiarkan, infeksi jamur ini bisa menjalar ke kuku atau tangan, dan kulit yang pecah bisa menjadi jalan masuk bakteri.
Artikel ini membahas penyebab dan gejala kutu air di kaki, alasan keluhan ini mudah kambuh, pengobatannya, serta kebiasaan yang membantu mencegahnya.
Mengenal Kutu Air, Infeksi Jamur di Kulit Kaki
Kutu air adalah sebutan sehari-hari untuk tinea pedis. Meski namanya menyebut kutu, penyebabnya adalah jamur golongan dermatofita, umumnya dari kelompok Trichophyton. Kemenkes mencatat infeksi ini menyerang kulit di sela-sela jari, telapak, dan sisi kaki.
Dokter mengelompokkan infeksi jamur sejenis menurut lokasinya di tubuh. Di kaki disebut kutu air, di kulit badan dikenal sebagai kurap, dan di lipatan paha menjadi salah satu penyebab gatal di selangkangan.
Bagaimana Jamur Kutu Air Berpindah?
Jamur penyebab kutu air tumbuh subur di tempat yang hangat dan lembap, seperti sela jari yang basah oleh keringat. Jamur ini bisa berpindah lewat lantai basah yang dipakai bersama. NHS menyebut kutu air bisa tertular saat berjalan tanpa alas kaki di ruang ganti dan kamar mandi yang juga dipakai orang dengan kutu air, dan Kemenkes mencatat penularan lewat air yang tercemar spora jamur.
Handuk, kaus kaki, dan sepatu milik orang yang terinfeksi juga bisa menjadi perantara, sehingga barang pribadi untuk kaki sebaiknya tidak dipakai bergantian. Menggaruk kulit yang terinfeksi lalu menyentuh bagian tubuh lain juga bisa memindahkan jamur, termasuk dari kaki ke tangan.
Siapa yang Lebih Mudah Terkena Kutu Air?
Pria dan usia yang bertambah. Kemenkes mencatat kutu air lebih banyak ditemukan pada pria. Angka kejadiannya juga meningkat seiring usia, karena daya tahan tubuh ikut menurun.
Kaki yang lama tertutup atau basah. Sepatu tertutup yang dipakai seharian dan keringat membuat kaki lembap, dan sepatu sempit ikut menambah risiko. Petani dan nelayan yang kakinya sering basah juga lebih rentan. Penelitian pada pencari tiram di Kecamatan Baitussalam, Aceh, menemukan hubungan antara pemakaian sepatu bot dan kutu air.
Kulit kaki yang rusak. Kemenkes mencatat kulit sela jari yang pecah sebagai faktor risiko, dan NHS menyebut hal serupa untuk kulit kaki yang rusak. Karena itu, kulit kaki yang lecet perlu dijaga tetap bersih dan kering.
Diabetes dan daya tahan tubuh yang menurun. Infeksi jamur kulit lebih mudah muncul bila aliran darah ke area tersebut kurang baik atau sistem imun tertekan, misalnya karena diabetes. Kemenkes juga menyebut diabetes sebagai faktor pendukung kutu air.
Iklim tropis dan musim hujan. Udara Indonesia yang hangat dan lembap mendukung pertumbuhan jamur. Kemenkes mencatat penyakit kulit seperti kutu air, kurap, dan dermatitis kontak sering meningkat saat musim hujan atau banjir.
Tanda-Tanda Kutu Air yang Muncul di Kaki
Kutu air termasuk penyebab kulit gatal di kaki, dengan gejala yang berbeda menurut bentuk infeksinya.
1. Gatal, Perih, atau Rasa Terbakar di Sela Jari
Gatal di antara jari kaki menjadi salah satu keluhan utama, kadang disertai rasa perih atau terbakar. Bila telapak kaki terasa panas atau kesemutan tanpa kulit mengelupas, penyebabnya bisa berbeda. CDC menganjurkan penderita diabetes dengan keluhan ini segera ke dokter.
2. Kulit Putih, Lembap, dan Mengelupas
Kulit di sela jari tampak keputihan, basah, lalu mengelupas. Kemenkes menyebut kulit yang terkelupas ini terasa gatal, berair, dan sering berbau. Bentuk ini sering ditemui, biasanya di antara jari keempat dan kelima.
3. Telapak Kering, Bersisik, dan Menebal
Sisik halus bisa menyebar ke seluruh telapak hingga sisi kaki, dan lama-kelamaan kulitnya menebal. Tampilannya menyerupai kulit kering biasa. Gatalnya bisa ringan atau tidak terasa, tetapi infeksinya tetap perlu diobati.
4. Lepuh Berisi Cairan
Kutu air juga bisa memunculkan lepuh berisi cairan. Kemenkes mencatat bentuk berlepuh ini bisa menyebar cepat dan disertai luka lecet. Lepuh yang meluas seperti ini sebaiknya diperiksakan ke dokter.
5. Kulit Pecah-Pecah, Berdarah, atau Kemerahan
Kulit yang terinfeksi bisa retak hingga berdarah. Kulit juga bisa tampak merah, meski menurut NHS warna ini kurang terlihat pada kulit cokelat atau gelap.
Dampak bila Kutu Air Terus Berlanjut
Infeksi jamur kuku. Jamur bisa menjalar ke kuku kaki dan menimbulkan onikomikosis atau infeksi jamur kuku. Kuku yang menebal dan menguning termasuk tanda yang CDC minta segera diperiksakan pada penderita diabetes.
Infeksi bakteri. Kulit yang retak memudahkan bakteri masuk, terutama pada lansia dan orang dengan aliran darah ke kaki yang kurang lancar. Kaki atau tungkai yang terasa panas, nyeri, dan merah perlu segera diperiksakan.
Luka pada penderita diabetes. Kerusakan saraf bisa membuat kaki kurang peka terhadap rasa sakit. CDC menyebut luka di kaki penderita diabetes bisa terinfeksi dan sulit sembuh. Karena itu, retakan dan infeksi jamur di sela jari perlu dirawat sejak awal agar tidak berkembang menjadi luka diabetes.
Mengapa Kutu Air Sering Kambuh?
MSD Manual mencatat kutu air sering kambuh, dan banyak orang perlu memakai obat antijamur dalam waktu lama. Berikut beberapa pemicu yang membuat infeksi mudah kembali.
Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.
Kapan Kutu Air Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Periksakan diri ke dokter bila mengalami kondisi berikut:
Tidak membaik setelah perawatan. APMA, asosiasi dokter kaki di Amerika Serikat, menyarankan konsultasi bila tidak ada perbaikan dalam dua minggu perawatan yang benar. NHS juga menganjurkan ke dokter bila obat dari apotek tidak berhasil.
Tanda infeksi yang lebih berat. Segera ke dokter bila kaki atau tungkai terasa panas, nyeri, dan merah, atau bila nyeri terasa hebat. Infeksi yang menyebar ke bagian tubuh lain juga perlu dinilai dokter.
Diabetes atau daya tahan tubuh lemah. NHS menganjurkan kelompok ini memeriksakan kutu air ke dokter. CDC juga meminta penderita diabetes segera ke dokter bila ada infeksi jamur di sela jari.
Bila kutu air sering kambuh dan Anda belum mengetahui kadar gula darah Anda, bicarakan dengan dokter tentang pemeriksaan gula darah atau medical check up secara berkala.
Pemeriksaan Kerokan Kulit untuk Memastikan Jamur
Dokter biasanya mengenali kutu air dari keluhan dan tampilan kulit kaki. Bila ragu, dokter mengambil sedikit kerokan kulit untuk dilihat di bawah mikroskop atau dikirim ke laboratorium. Hasilnya membantu memastikan keluhan memang berasal dari jamur.
Pada infeksi kuku, potongan kuku bisa diperiksa dengan cara yang sama. Menurut MSD Manual, biakan jamur umumnya hanya dilakukan bila infeksi mengenai kulit kepala atau kuku.
Mengobati Kutu Air sampai Tuntas
Kutu air jarang sembuh dengan sendirinya, tetapi obat antijamur bisa dibeli di apotek. Langkah pengobatannya antara lain:
Obat antijamur oles, semprot, atau bedak. Obat ini umumnya menjadi langkah awal. NHS menyebut obat ini biasanya butuh beberapa minggu untuk bekerja.
Obat dari dokter. Bila infeksi luas atau tidak membaik, dokter bisa memberikan antijamur yang diminum, obat oles, atau kombinasi keduanya. Dokter juga bisa meresepkan krim steroid untuk dipakai bersama antijamur.
Tuntaskan sesuai anjuran. APMA mencatat pengobatan yang dipersingkat sering berujung gagal. Sebagian obat dari apotek juga bisa terus dipakai untuk mencegah kutu air kembali.
Kebiasaan Merawat Kaki agar Jamur Tidak Kembali
Pencegahan kutu air berpusat pada kaki yang bersih dan kering. Kebiasaan berikut bisa dimulai dari rumah:
Keringkan sela jari setelah mandi. Mandi teratur dengan sabun, cuci kaki dengan benar, lalu keringkan sampai ke sela jari. Bagi penderita diabetes, CDC menyarankan pelembap hanya di punggung dan telapak kaki, karena pelembap di sela jari bisa memicu infeksi.
Pilih kaus kaki yang menyerap keringat. Pakai kaus kaki bersih setiap hari. Bila kaki mudah berkeringat, gantilah lebih sering.
Beri sepatu waktu untuk kering. Gunakan sepatu secara bergantian. Bila memungkinkan, pilih sepatu dengan sirkulasi udara yang baik atau bagian depan terbuka.
Pakai sandal di area basah bersama. Kenakan sandal di ruang ganti dan kamar mandi umum. Hindari pula meminjam handuk, kaus kaki, atau sepatu orang lain.
Lindungi kaki saat banjir. Kemenkes menganjurkan alas kaki atau pelindung sederhana saat melewati genangan banjir. Tutup luka sekecil apa pun dengan perban bersih, lalu cuci dan keringkan kaki setelahnya.
Jaga Kaki Tetap Kering, Tuntaskan Pengobatannya
Kutu air bisa diatasi, dan risikonya bisa ditekan dengan perawatan kaki yang telaten. Kuncinya adalah memakai obat sampai tuntas, menjaga kaki dan alas kaki tetap kering, dan memakai barang pribadi untuk kaki sendiri. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan, terutama bagi penderita diabetes.
Bila Anda punya pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Waspadai Kaki Lembap Penyebab Timbulnya Kutu Air.
Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Musim Hujan & Banjir Datang: Waspada 'Tamu Tak Diundang' yang Mengintai Kesehatanmu!
Hajar S, Andasari CAF, Lestari W, Pamungkas SR (Jurnal Kedokteran Syiah Kuala). Risiko Tinea Pedis Akibat Pemakaian Sepatu Boots pada Pencari Tiram di Kecamatan Baitussalam.
NHS. Athlete's foot.
Aaron DM (MSD Manual Consumer Version). Athlete's Foot (Tinea Pedis).
Aaron DM (MSD Manual Consumer Version). Overview of Dermatophytoses (Ringworm, Tinea).
American Podiatric Medical Association. Athlete's Foot.
Centers for Disease Control and Prevention. Your Feet and Diabetes.
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
Frequently Asked Question
Apakah kutu air disebabkan oleh kutu?
Bukan. Kutu air adalah infeksi kulit kaki yang disebut tinea pedis, disebabkan oleh jamur golongan dermatofita, umumnya dari kelompok Trichophyton. Jamur tumbuh subur di area kulit yang hangat dan lembap.
Apakah kutu air di kaki bisa menular?
Bisa. Jamur dapat berpindah melalui lantai basah di kamar mandi umum atau ruang ganti, serta melalui handuk, kaus kaki, dan sepatu yang digunakan bergantian. Hindari berbagi barang pribadi dan gunakan sandal di area basah bersama.
Mengapa kutu air sering kambuh?
Kutu air dapat kambuh jika pengobatan dihentikan terlalu cepat, kaki dan alas kaki tetap lembap, atau jamur kembali menempel melalui barang yang digunakan bersama. Gunakan obat antijamur sesuai anjuran dan jaga kaki tetap bersih serta kering.
Berapa lama obat kutu air bekerja?
Obat antijamur dari apotek umumnya membutuhkan beberapa minggu untuk bekerja. Gunakan sesuai petunjuk dan tuntaskan pengobatan. Jika tidak membaik setelah dua minggu perawatan yang benar, konsultasikan dengan dokter.
Apakah penderita diabetes perlu ke dokter saat terkena kutu air?
Ya. Penderita diabetes dianjurkan memeriksakan infeksi jamur di kaki ke dokter karena luka dapat terinfeksi dan sulit sembuh. Segera cari pertolongan jika kaki atau tungkai terasa panas, nyeri, dan merah.
