Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Menopause Adalah: Pengertian, Tahapan, Gejala, dan Cara Memastikannya
Kembali ke Artikel & Berita

Menopause Adalah: Pengertian, Tahapan, Gejala, dan Cara Memastikannya

SBAOthers

Banyak perempuan di usia 40-an mendapati haidnya mulai absen satu atau dua bulan, lalu datang lagi dengan jumlah darah berbeda. Sebagian juga terbangun tengah malam karena gerah dan berkeringat. Keluhan ini sering dianggap efek lelah atau stres.

Perubahan tersebut bisa menjadi tanda masa peralihan menuju menopause, yang ikut memengaruhi rencana kehamilan serta kesehatan tulang dan jantung. Berikut arti, tahapan, gejala, dan cara dokter memastikannya.

Menopause Adalah Masa Berhentinya Haid secara Permanen

Menopause adalah masa ketika haid berhenti untuk seterusnya sehingga kehamilan tidak lagi bisa terjadi. Office on Women's Health (OWH) menyebutnya bagian normal dari kehidupan perempuan, dan NHS mencatat umumnya terjadi pada usia 45 sampai 55 tahun.

Menurut OWH, seseorang baru dinyatakan mencapai menopause setelah 12 bulan berturut-turut tanpa perdarahan, termasuk bercak. NHS menambahkan syarat bahwa Anda tidak sedang memakai kontrasepsi hormonal. Penelitian Universitas Andalas pada 69 perempuan di Padang mencatat rata-rata usia menopause 50,65 tahun, dengan rentang 46 sampai 58 tahun.

Mengapa Menopause Terjadi?

Seiring usia, ovarium atau indung telur membuat lebih sedikit hormon estrogen dan progesteron, dua hormon perempuan pengatur siklus haid. MedlinePlus menjelaskan perubahan kadar kedua hormon ini memicu keluhan khas menopause.

Menurut MedlinePlus, menopause juga bisa datang lebih awal setelah operasi pengangkatan indung telur atau ooforektomi, kemoterapi, atau terapi hormon untuk kanker payudara. Histerektomi atau pengangkatan rahim saja menghentikan haid, sementara menopause akibat operasi hanya terjadi bila indung telur ikut diangkat.

Hal yang Memengaruhi Kapan Menopause Datang

OWH menyebut usia ibu saat menopause bisa memberi gambaran kapan Anda mengalaminya. Faktor lain yang berperan:

  • Merokok. Menurut OWH, perempuan perokok bisa mengalami menopause hingga dua tahun lebih awal. Merokok juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan osteoporosis menurut Mayo Clinic.

  • Riwayat kehamilan. OWH menyebut kehamilan, khususnya lebih dari satu kali, bisa menunda menopause. Penelitian di Padang tadi juga menemukan hubungan bermakna antara jumlah anak yang dilahirkan dan usia menopause.

  • Riwayat keluarga dan kondisi kesehatan. MedlinePlus mencatat riwayat menopause dini dalam keluarga dan kondisi kesehatan tertentu sebagai alasan menopause datang lebih awal. Informasi ini berguna saat Anda berkonsultasi.

Tiga Tahapan Menopause yang Perlu Dikenali

Perimenopause atau masa peralihan biasanya dimulai pada pertengahan hingga akhir usia 40-an. Menurut OWH, tahap ini rata-rata berlangsung empat tahun dengan rentang dua sampai delapan tahun. Kadar hormon naik turun dan ovulasi atau pelepasan sel telur tidak selalu terjadi setiap bulan, sehingga muncul ciri haid menjelang menopause. Kehamilan masih mungkin terjadi, jadi OWH menyarankan kontrasepsi tetap dipakai sampai satu tahun penuh setelah haid terakhir bila belum ingin hamil.

Tahap

Pola haid

Hal yang perlu diperhatikan

Perimenopause

Tidak teratur, lebih panjang atau pendek, kadang absen beberapa bulan

Keluhan mulai muncul, kehamilan masih mungkin

Menopause

12 bulan berturut-turut tanpa perdarahan, termasuk bercak

Baru bisa ditentukan setelah 12 bulan berlalu

Pascamenopause

Haid tidak datang lagi

Rasa panas bisa bertahan, perdarahan apa pun perlu diperiksakan

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Gejala Menopause yang Sering Dirasakan

Menurut OWH, sebagian perempuan hanya mengalami keluhan ringan atau tidak sama sekali.

1. Pola Haid Berubah

Jarak antarhaid bisa memendek atau memanjang, darah bisa lebih banyak atau sedikit, dan haid bisa absen beberapa bulan lalu datang lagi. Bandingkan dengan pola siklus menstruasi normal Anda, dan periksakan bila perdarahan sangat banyak atau jaraknya sangat rapat.

2. Hot Flashes dan Keringat Malam

Hot flashes adalah rasa hangat mendadak di wajah, leher, dan dada yang bisa disertai keringat. Bila muncul di malam hari, keluhan ini disebut keringat malam. Menurut OWH, keluhan ini bisa berlangsung rata-rata sembilan tahun, pada sebagian perempuan hingga 14 tahun.

3. Sulit Tidur

Sebagian perempuan sulit terlelap atau sulit tidur lagi setelah terbangun. MedlinePlus menyebut kurang tidur jangka panjang bisa memicu kelelahan, dan bila keluhan berulang, dokter bisa membantu mencari penyebab insomnia lainnya.

4. Suasana Hati Naik Turun

Perubahan hormon bisa membuat seseorang mudah cemas, murung, atau tersinggung, mirip sindrom pramenstruasi (PMS) menurut OWH. Ceritakan kepada dokter bila perasaan murung berlangsung lama atau mengganggu pekerjaan.

5. Mudah Lupa dan Sulit Fokus

NHS memasukkan masalah daya ingat ke dalam gejala umum masa ini, dan MedlinePlus mengaitkannya dengan kurang tidur. Periksakan diri bila lupa makin sering dan mengganggu kegiatan sehari-hari.

6. Vagina Kering dan Gairah Menurun

Vagina yang kering bisa membuat hubungan seksual terasa nyeri, dan OWH menyebut minat terhadap seks juga bisa berkurang. Keluhan ini bisa dibantu, jadi sampaikan secara terbuka kepada dokter.

7. Keluhan Berkemih

MedlinePlus mencatat inkontinensia urine atau sulit menahan buang air kecil dan infeksi saluran kemih sebagai keluhan masa ini. Mayo Clinic menyebut senam Kegel atau latihan otot dasar panggul bisa memperbaiki sebagian jenis keluhan ini.

Perubahan Kesehatan Jangka Panjang Setelah Menopause

Turunnya estrogen juga membawa dua perubahan jangka panjang:

  • Kepadatan tulang berkurang. Menurut MedlinePlus, hal ini bisa berujung pada osteoporosis, kondisi tulang rapuh dan mudah patah. OWH menyebut perubahan ini tidak mudah disadari.

  • Kolesterol naik. MedlinePlus menyebut perubahan ini ikut menaikkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kenali angka kadar kolesterol normal agar hasil cek berkala lebih mudah dipahami.

Tinjauan pustaka di Jurnal Kesehatan Andalas mengaitkan masa ini dengan hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas, sehingga tekanan darah, gula darah, dan berat badan perlu rutin dipantau.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?

Periksakan diri bila mengalami kondisi berikut:

  • Perdarahan setelah menopause. OWH menegaskan perdarahan apa pun setelah menopause tidak normal. Segera periksakan agar penyebabnya cepat diketahui.

  • Haid berhenti sebelum usia 45 tahun. MedlinePlus menyebut kondisi ini menopause dini, atau menopause prematur bila sebelum usia 40 tahun. Dokter akan menilainya sekaligus menelusuri penyebab haid tidak teratur yang lain.

  • Keluhan mengganggu aktivitas. Hot flashes, sulit tidur, atau perubahan suasana hati kadang terasa berat. MedlinePlus menyarankan konsultasi bila perubahan gaya hidup belum cukup meredakannya.

Bagaimana Dokter Memastikan Menopause?

NHS menyebut tidak ada tes rutin untuk memastikan menopause, dan dokter umumnya menilai dari usia, pola haid, serta gejala. Ambang diagnosis tetap ditentukan oleh dokter.

Menurut Mayo Clinic, kadar FSH (follicle stimulating hormone) cenderung naik dan estradiol turun saat menopause. Namun kadarnya naik turun selama perimenopause, sehingga hasil satu kali tes hormon estradiol atau FSH sulit dijadikan patokan. OWH menyebut tes hormon biasanya dipertimbangkan bila haid berhenti sebelum usia 40 tahun atau ada alasan medis lain. Dokter juga bisa memeriksa TSH karena hipertiroid bisa menimbulkan gejala serupa.

Mayo Clinic menyarankan membawa catatan haid terakhir, frekuensi dan beratnya hot flashes, serta daftar obat dan suplemen.

Peran Cek Hormon Wanita Saat Gejalanya Belum Jelas

Karena FSH cenderung naik dan estradiol turun selama menopause, keduanya membantu dokter membaca status hormon saat gejala belum khas atau haid berhenti lebih awal.

Bumame menyediakan Paket MCU Hormon Wanita Basic berisi pemeriksaan LH (luteinizing hormone), FSH, estradiol, dan CA 125, penanda penunjang yang bisa meningkat pada kondisi seperti endometriosis, mioma, atau kanker indung telur. Paket ini juga menyediakan konsultasi dokter sebagai pilihan, dan sampel darah bisa diambil di klinik atau lewat Home Care.

Bila masih haid, pemeriksaan dianjurkan pada hari ke-2 sampai ke-5 siklus kecuali dokter mengarahkan lain. MedlinePlus menyebut kadar estrogen kadang perlu diperiksa ulang untuk melihat tren. Tes tiroid bisa ditambahkan terpisah bila dokter memintanya. Untuk jadwal dan persiapan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pilihan Penanganan untuk Meredakan Keluhan

Mayo Clinic menyebut menopause sendiri tidak memerlukan pengobatan, dan penanganan bertujuan meredakan keluhan. Bila perubahan gaya hidup belum cukup, dokter bisa membahas pilihan berikut:

  • Terapi hormon. Estrogen saja atau bersama progestin membantu meredakan hot flashes dan memperlambat pengeroposan tulang. Pemakaian jangka panjang bisa membawa risiko penyakit jantung dan kanker payudara, sehingga keputusannya dibahas bersama dokter.

  • Obat nonhormonal. MedlinePlus menyebut golongan antidepresan tertentu bisa meredakan hot flashes. Mayo Clinic menyebut pilihan ini berguna bagi yang tidak bisa memakai estrogen.

  • Pelumas dan terapi bicara. Pelumas berbahan dasar air membantu mengatasi vagina kering. Cognitive behavioral therapy (CBT), sejenis terapi bicara, membantu masalah tidur.

Untuk suplemen herbal dan krim hormon yang diklaim alami, MedlinePlus menyebut hasil penelitiannya beragam, jadi tanyakan kepada dokter sebelum memakainya.

Kebiasaan yang Membantu Tubuh Beradaptasi

Menopause tidak bisa dicegah karena merupakan proses alami. Kebiasaan berikut membantu meredakan keluhan serta menjaga tulang dan jantung:

  • Redam rasa panas. Pakai baju berlapis berbahan katun dan sediakan kipas. Kurangi kafein, alkohol, dan makanan pedas yang bisa memperberat keluhan.

  • Jaga tidur. Buat kamar gelap, tenang, dan sejuk. Jadwalkan olahraga di siang hari dan hindari kafein serta alkohol menjelang tidur.

  • Rutin bergerak dan makan seimbang. Mayo Clinic menyebut aktivitas fisik hampir setiap hari membantu melindungi dari penyakit jantung, diabetes, dan osteoporosis. Perbanyak buah, sayur, dan biji-bijian utuh, lalu tanyakan kepada dokter perlu tidaknya suplemen kalsium atau vitamin D.

  • Jaga berat badan dan berhenti merokok. Menurut Mayo Clinic, obesitas berkaitan dengan hot flashes yang lebih sering dan berat. Merokok juga bisa memperberat keluhan ini.

Jalani Menopause dengan Lebih Siap dan Percaya Diri

Menopause adalah babak baru dalam hidup perempuan, dan keluhannya bisa dikelola. Mengenali tahapan, mencatat gejala, dan rutin memeriksakan kesehatan membantu Anda tetap aktif dan nyaman. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk bertanya seputar cek hormon atau jadwal klinik, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. MedlinePlus, National Library of Medicine. Menopause.

  2. Office on Women's Health, U.S. Department of Health and Human Services. Menopause Basics.

  3. NHS. What Are Menopause and Perimenopause?

  4. Mayo Clinic. Menopause, Diagnosis and Treatment.

  5. MedlinePlus, National Library of Medicine. Estrogen Levels Test.

  6. Gorga H, Lasmini PS, Amir A. Jurnal Kesehatan Andalas. Hubungan Jumlah Paritas dengan Usia Menopause.

  7. Sugiritama IW, Adiputra IN. Jurnal Kesehatan Andalas. Potensi Antosianin dalam Manajemen Menopause.


Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Menopause adalah apa dan biasanya terjadi pada usia berapa?

Menopause adalah berhentinya menstruasi secara permanen, yang ditetapkan setelah 12 bulan berturut-turut tanpa haid atau perdarahan. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia 45–55 tahun akibat penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron.

Apa saja gejala menopause yang umum dialami perempuan?

Gejala menopause meliputi perubahan siklus haid, hot flashes, keringat malam, sulit tidur, perubahan suasana hati, mudah lupa, sulit fokus, vagina kering, penurunan gairah seksual, serta gangguan berkemih. Intensitas gejala berbeda pada setiap perempuan.

Berapa lama masa perimenopause berlangsung?

Perimenopause adalah masa peralihan sebelum menopause ketika kadar hormon berubah dan siklus haid menjadi tidak teratur. Menurut Office on Women's Health, masa ini rata-rata berlangsung empat tahun, dengan rentang sekitar dua hingga delapan tahun. Kehamilan masih mungkin terjadi selama tahap ini.

Apakah menopause perlu dipastikan melalui tes darah?

Umumnya tidak. Dokter biasanya menilai menopause berdasarkan usia, pola haid, dan gejala. Tes hormon seperti FSH dan estradiol dapat dipertimbangkan jika haid berhenti sebelum usia 40 tahun atau terdapat alasan medis tertentu. Hasil tes perlu diinterpretasikan bersama kondisi klinis.

Kapan perempuan yang mengalami menopause perlu memeriksakan diri ke dokter?

Periksakan diri jika haid berhenti sebelum usia 45 tahun, gejala mengganggu aktivitas, atau keluhan seperti hot flashes dan sulit tidur tidak membaik. Setiap perdarahan atau bercak setelah menopause juga harus segera diperiksa karena bukan kondisi yang dianggap normal.