makanan-penyebab-asam-urat

Daftar Makanan Penyebab Asam Urat yang Sebaiknya Dibatasi

29/06/2026Bumame

Kenali makanan yang dapat memicu asam urat

Ketika mendengar kata asam urat, banyak orang langsung mengingat satu hal: pantangan makanan. Tidak sedikit pula yang baru mulai memperhatikan pola makan setelah mengalami nyeri sendi yang datang tiba-tiba atau mendapatkan hasil pemeriksaan yang menunjukkan kadar asam urat lebih tinggi dari yang diharapkan.

Namun sebenarnya, menjaga kadar asam urat tidak sesederhana menghindari satu atau dua jenis makanan tertentu.

Ada orang yang rutin menghindari jeroan tetapi kadar asam uratnya tetap tinggi. Sebaliknya, ada pula yang sesekali mengonsumsi makanan tinggi purin namun tidak mengalami keluhan berarti. Hal ini terjadi karena kadar asam urat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pola makan, berat badan, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan tertentu.

Karena itu, memahami makanan yang perlu dibatasi sebaiknya menjadi bagian dari strategi yang lebih menyeluruh dalam menjaga kesehatan.

Mengapa Makanan Dapat Memengaruhi Kadar Asam Urat?

Asam urat merupakan hasil akhir dari proses pemecahan purin, yaitu senyawa yang secara alami terdapat di dalam tubuh maupun berbagai jenis makanan.

Menurut National Health Service (NHS), asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin, yaitu zat yang secara alami terdapat di dalam tubuh dan berbagai jenis makanan. Kadar asam urat dapat meningkat apabila produksinya berlebihan atau proses pembuangannya melalui ginjal tidak berjalan optimal.¹

Dalam kondisi normal, asam urat akan dibuang melalui ginjal. Namun ketika produksinya meningkat atau proses pembuangannya tidak berjalan optimal, kadar asam urat dapat menumpuk dalam darah.

Ketika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu tertentu, risiko terbentuknya kristal asam urat pada sendi dapat meningkat dan memicu keluhan yang sering dikaitkan dengan penyakit asam urat.

Karena itu, makanan menjadi salah satu faktor yang sering diperhatikan dalam pengelolaan kadar asam urat.

Jeroan Masih Menjadi Pantangan yang Paling Sering Dibahas

Jika berbicara mengenai makanan tinggi purin, jeroan hampir selalu berada di urutan teratas.

Hati, ginjal, usus, limpa, dan berbagai jenis jeroan lainnya diketahui memiliki kandungan purin yang relatif tinggi. Ketika dikonsumsi dalam jumlah besar atau terlalu sering, makanan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat pada sebagian orang.

Karena itu, pembatasan konsumsi jeroan sering menjadi salah satu rekomendasi yang paling umum diberikan dalam pengelolaan asam urat.

Daging Merah Perlu Diatur, Bukan Selalu Dihindari

Banyak orang menganggap bahwa semua jenis daging harus dihindari ketika memiliki kadar asam urat tinggi.

Padahal pendekatan yang lebih realistis biasanya bukan menghilangkan seluruh sumber protein hewani, melainkan mengatur jumlah dan frekuensi konsumsinya.

Daging sapi, kambing, dan beberapa jenis daging merah lainnya memang mengandung purin dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan beberapa sumber protein lain. Karena itu, pengaturan porsi menjadi bagian penting dalam menjaga pola makan yang lebih seimbang.

Tidak Semua Seafood Ramah untuk Kadar Asam Urat

Seafood dikenal sebagai sumber protein yang baik, tetapi beberapa jenis makanan laut juga memiliki kandungan purin yang cukup tinggi.

Sarden, teri, kerang, dan udang termasuk kelompok makanan yang sering dikaitkan dengan peningkatan kadar asam urat apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Meski demikian, bukan berarti semua makanan laut harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya tetap berada pada pengaturan porsi dan keseimbangan pola makan secara keseluruhan.

Minuman Manis Juga Perlu Mendapat Perhatian

Ketika membahas asam urat, perhatian sering tertuju pada makanan. Padahal minuman juga dapat berperan dalam memengaruhi kadar asam urat.

Minuman dengan kandungan gula tambahan yang tinggi diketahui dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat pada sebagian individu.

Karena itu, membatasi konsumsi minuman manis tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan metabolik secara umum, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kadar asam urat tetap terkendali.

Apakah Semua Makanan Tinggi Purin Harus Dihindari?

Ini adalah salah satu kesalahpahaman yang paling sering terjadi.

Banyak orang langsung menghilangkan seluruh makanan yang dianggap berisiko setelah mengetahui kadar asam uratnya tinggi. Padahal kebutuhan setiap individu tidak selalu sama.

Dalam banyak kasus, pendekatan yang lebih realistis adalah mengatur porsi dan frekuensi konsumsi dibandingkan menghindari seluruh jenis makanan secara total.

Perubahan pola makan yang terlalu ekstrem justru sering sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Asam Urat Tidak Hanya Dipengaruhi oleh Makanan

Makanan memang memiliki peran penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kadar asam urat.

Berat badan berlebih, kurangnya aktivitas fisik, kondisi metabolik tertentu, hingga fungsi ginjal juga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami peningkatan kadar asam urat.

Karena itu, pengelolaan asam urat yang efektif biasanya dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada daftar pantangan makanan semata.

Mengatur Pola Makan Akan Lebih Mudah Jika Tahu Kadar Asam Urat Anda

Banyak orang mulai mengurangi jeroan, seafood, atau makanan tinggi purin lainnya setelah mengalami Nyeri Sendi atau mendapatkan hasil pemeriksaan yang menunjukkan kadar asam urat tinggi.

Namun tanpa mengetahui kondisi yang sebenarnya, perubahan pola makan sering dilakukan berdasarkan perkiraan.

Padahal mengetahui kadar asam urat dapat membantu menentukan langkah yang lebih tepat dan terukur dibandingkan hanya menebak-nebak kondisi tubuh.

Medical Check Up Asam Urat di Bumame

Untuk membantu mengetahui kadar asam urat secara lebih akurat, Bumame menyediakan layanan medical check up asam urat.

Pemeriksaan ini membantu mengevaluasi kadar asam urat dalam darah sehingga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan yang berkaitan dengan metabolisme purin dalam tubuh.

Pemeriksaan ini cocok bagi individu yang memiliki riwayat kadar asam urat tinggi, sering mengalami keluhan pada sendi, atau ingin melakukan pemantauan kesehatan secara berkala.

Harga mulai dari Rp80.000.

FAQ

Q: Apa makanan yang paling sering dikaitkan dengan asam urat?

A: Jeroan, daging merah, beberapa jenis seafood, dan makanan tinggi purin lainnya sering dikaitkan dengan peningkatan kadar asam urat.

Q: Apakah penderita asam urat tidak boleh makan daging sama sekali?

A: Tidak selalu. Pengaturan porsi dan frekuensi konsumsi biasanya lebih penting dibandingkan menghindari seluruh jenis makanan secara total.

Q: Apakah minuman manis dapat memengaruhi asam urat?

A: Konsumsi minuman tinggi gula dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat pada sebagian individu.

Q: Apakah asam urat selalu menimbulkan gejala?

A: Tidak. Kadar asam urat dapat meningkat tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.

Q: Bagaimana cara mengetahui kadar asam urat?

A: Pemeriksaan asam urat melalui tes darah dapat membantu mengetahui kadar asam urat secara lebih akurat.

Konsultasikan Pemeriksaan Asam Urat Bersama Bumame

Jika Anda memiliki riwayat asam urat tinggi, sering mengalami keluhan pada sendi, atau ingin mengetahui pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung melalui WhatsApp Bumame.

Tim Bumame siap membantu memberikan informasi mengenai layanan pemeriksaan asam urat dan medical check up yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Menjaga Asam Urat Tidak Hanya Soal Pantangan Makanan

Mengurangi makanan tinggi purin memang dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kadar asam urat. Namun hasil yang lebih baik biasanya diperoleh ketika perubahan pola makan dibarengi dengan gaya hidup sehat dan pemantauan kesehatan secara berkala.

Dengan mengetahui kadar asam urat melalui pemeriksaan yang tepat, setiap perubahan yang dilakukan dapat dievaluasi berdasarkan kondisi tubuh yang sebenarnya. Dengan begitu, langkah yang diambil menjadi lebih terarah, realistis, dan mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

Artikel ini telah ditinjau oleh dr.Febe Rangga Saba Pong Tambing yang berpraktik di Klinik Bumame.

Sumber:

  1. American Heart Association. What Your Cholesterol Levels Mean. Dallas: American Heart Association. Tersedia di: https://www.nhs.uk/conditions/gout/

Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160

Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550

Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310