Lewat tengah malam, terdengar rengekan dari tempat tidur bayi. Matanya masih terpejam, lalu tangisnya pecah sebentar sebelum kamar kembali sunyi. Banyak orang tua langsung terjaga dan bertanya-tanya apakah bayi lapar, kesakitan, atau bermimpi buruk.
Tangisan seperti ini sering berkaitan dengan cara bayi tidur. Meski begitu, menangis juga cara bayi memberi tahu kebutuhannya, dan sesekali menjadi tanda ia sedang sakit. Mengenali bedanya membantu Anda merespons dengan tepat.
Artikel ini membahas tanda bahaya yang perlu dicek lebih dulu, alasan bayi menangis padahal masih tidur, cara menenangkannya, tempat tidur yang aman, dan cara menjaga diri Anda.
Kapan Tangisan dalam Tidur Menandakan Bayi Sakit?
Segera bawa bayi ke IGD atau fasilitas kesehatan bila tangisannya disertai salah satu kondisi berikut:
Demam pada bayi muda. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan bayi di bawah 3 bulan yang demam dibawa ke dokter apa pun keadaannya. NHS Inggris meminta pertolongan segera bila suhunya 38°C atau lebih pada usia ini, atau 39°C atau lebih pada usia 3 sampai 6 bulan, sedangkan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.
Tangisan lemah, melengking, atau tidak berhenti. NHS memasukkan tangisan yang lemah, bernada tinggi, atau terus-menerus ke dalam tanda sakit serius. IDAI juga mencantumkan bayi yang menangis terus-menerus dan gelisah sebagai tanda bahaya.
Napas tampak berat. NHS meminta Anda memperhatikan napas yang sangat cepat, bunyi merintih saat bernapas, perut atau dada yang tertarik ke dalam, cuping hidung yang kembang-kempis, atau napas yang terhenti sejenak. Bibir, lidah, atau kuku yang kebiruan juga memerlukan pertolongan segera.
Lemas atau sulit dibangunkan. Bayi yang lunglai, tidak merespons seperti biasa, atau sulit dibangunkan perlu segera diperiksa. IDAI menambahkan ubun-ubun yang tampak menonjol atau cekung sebagai tanda bahaya.
Menolak menyusu. Bayi yang tidak mau menyusu atau tampak terlalu lemah untuk minum termasuk dalam daftar NHS dan IDAI. Popok yang jarang basah juga perlu diperhatikan.
Percayai juga naluri Anda. NHS menganjurkan terus memantau perubahan gejala saat bayi sakit, termasuk pada malam hari, dan IDAI menyarankan membawa bayi ke dokter bila Anda merasa ia perlu diperiksa. Pada bayi yang demam, dokter akan menelusuri penyebab demam tersebut.
Mengapa Bayi Bisa Menangis padahal Masih Tertidur?
Tanpa tanda bahaya, tangisan singkat saat tidur umumnya berkaitan dengan pola tidur bayi. Ayo Sehat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan siklus tidur orang dewasa berlangsung sekitar 90 sampai 120 menit, sedangkan siklus tidur bayi lebih pendek. Di antara siklus itu bayi bisa terbangun sesaat, lalu sebagian kembali tidur sendiri dan sebagian lagi butuh bantuan orang tua.
Bayi baru lahir juga lebih banyak berada di fase tidur ringan, yang kemudian matang menjadi tidur rapid eye movement (REM), fase tidur yang ditandai gerakan mata cepat. Saat tidur ringan, bayi bisa bergerak, tersenyum, dan bersuara seperti hampir bangun. NHS menambahkan bahwa bayi dalam kondisi ini bisa mengeluarkan rengekan atau tangisan singkat dan mudah terbangun, sehingga Anda disarankan tetap tenang di sekitarnya agar ia melanjutkan tidur.
Pola ini makin matang seiring berkembangnya sistem saraf, dan kebutuhan tidurnya pun berubah seperti dirangkum dalam jam tidur bayi per bulan.
Pemicu Lain yang Membuat Bayi Terbangun sambil Menangis
Tangisan yang berlanjut sampai bayi terjaga biasanya punya pemicu.
1. Lapar dan Kebutuhan Menyusu
Ayo Sehat mencantumkan kebutuhan menyusu sebagai alasan bayi terbangun di malam hari, terutama pada bayi yang lebih kecil. NHS menyebut bayi yang mulai bergerak aktif dan rewel di malam hari kemungkinan sudah siap menyusu. Bila Anda ragu ASI mencukupi, IDAI menyarankan membicarakan kebutuhan minum bayi dengan dokter sebelum mencoba menambah susu formula.
2. Popok Basah, Suhu Kamar, dan Bunyi di Sekitar Bayi
NHS menyebut popok yang basah atau kotor serta rasa terlalu panas atau terlalu dingin sebagai alasan tangis yang umum. IDAI menambahkan bunyi yang sering luput dari perhatian, seperti suara televisi, radio, atau lemari es, selimut yang kurang nyaman, dan kesulitan buang angin. Bila bayi berkeringat, gelisah, dan terasa panas saat disentuh, IDAI menganjurkan mengganti pakaiannya atau menurunkan suhu ruangan.
3. Kolik di Bulan-Bulan Awal
Bayi dengan kolik infantil bisa tiba-tiba menangis hebat mulai usia 2 minggu, terutama sore hari atau menjelang malam. Menurut IDAI, tangisan ini bisa muncul setiap hari, kadang sampai 3 jam atau lebih, dan penyebabnya belum diketahui secara jelas. Umumnya keluhan hilang dengan sendirinya pada usia 3 sampai 4 bulan. Mendekap bayi dan memijat perutnya dengan lembut kadang membantu menenangkannya.
4. Tumbuh Gigi, Ruam, atau Sedang Sakit
Ayo Sehat memasukkan tumbuh gigi serta kondisi sakit atau tidak nyaman ke dalam pemicu bayi terbangun. Ruam kulit juga bisa membuat bayi menangis menurut IDAI, misalnya ruam pada dermatitis atopik pada bayi. Hidung tersumbat atau batuk kering saat bayi sedang sakit juga bisa membuat tidurnya terputus.
5. Kemampuan Baru dan Cemas Berpisah
Kemampuan baru seperti berguling, duduk, merangkak, atau berdiri bisa membuat bayi lebih sering terbangun. Ayo Sehat menyebut perkembangan motorik dan separation anxiety atau cemas berpisah pada usia 9 sampai 12 bulan bisa membuat bayi lebih sering mencari kehadiran orang tua. Kontrol rutin ke dokter membantu mengenali tanda gangguan tumbuh kembang lebih awal.
6. Mimpi Buruk dan Night Terror pada Anak yang Lebih Besar
American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut mimpi buruk bisa dialami anak sejak usia 6 bulan, dan anak bisa terbangun sambil menangis sehingga perlu dihibur. Night terror atau teror malam lebih sering dialami balita dan anak prasekolah. Anak bisa menangis tak terkendali dan tidak mengenali orang tuanya, lalu tertidur lagi tanpa mengingatnya. AAP menganjurkan Anda tetap tenang, menjaga anak agar tidak terluka, dan berkonsultasi ke dokter bila kejadiannya berulang.
Langkah Menenangkan Bayi tanpa Membuatnya Terjaga Penuh
Bila tidak ada tanda bahaya, coba langkah berikut secara bertahap:
Diam dan amati sejenak. Rengekan singkat di fase tidur ringan bisa reda dengan sendirinya. NHS menyarankan menunggu sebentar sebelum membangunkan bayi yang tampak setengah terjaga, karena ia bisa tertidur kembali.
Hampiri bila tangis berlanjut. IDAI menyebut bayi sebetulnya tidak bisa dimanja, karena tangisan menandakan ada yang ia perlukan. Ayo Sehat menganjurkan orang tua tetap responsif sesuai kebutuhan bayi.
Cek kebutuhan dasar dengan lampu redup. Periksa popok, suhu tubuh, dan tanda lapar. Ayo Sehat menyarankan lampu redup dan suasana tenang saat menyusui atau mengganti popok di malam hari agar ritme sirkadian atau jam biologis bayi berkembang.
Tenangkan dengan suara dan sentuhan. Bicaralah dengan pelan, usap tubuhnya dengan lembut, atau senandungkan nada yang berulang, seperti dianjurkan NHS. Bila Anda menyusui, mengisap payudara juga bisa menenangkan bayi.
Gendong dan ayun perlahan. Menurut NHS, gerakan mengayun bisa sangat menenangkan bayi, begitu pula dekapan kulit ke kulit. Begitu ia terlelap, kembalikan ke tempat tidurnya dalam posisi telentang.
Catat pola tangisannya. NHS menyarankan mencatat kapan dan seberapa sering bayi menangis. Catatan ini membantu dokter mencari pemicunya bila tangisan terus berulang.
Kembalikan Bayi ke Tempat Tidur yang Aman
IDAI merangkum rekomendasi AAP untuk menurunkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS), yaitu kematian bayi yang tidak diketahui penyebabnya setelah pemeriksaan menyeluruh. Terapkan poin berikut setiap kali bayi kembali tidur:
Baringkan bayi telentang setiap kali tidur sampai usia 1 tahun. Posisi miring dan tengkurap tidak dianjurkan, dan posisi telentang tidak meningkatkan risiko tersedak atau aspirasi, yaitu masuknya cairan ke saluran napas.
Gunakan matras padat yang rata. Jauhkan bantal, guling, selimut longgar, bumper, dan mainan dari tempat tidur bayi.
Tidurkan bayi sekamar dengan orang tua, tetapi di tempat tidur terpisah. Ranjang orang dewasa berisiko membuat bayi terbekap atau terperangkap.
Jaga suhu kamar tidak terlalu panas dan pilih pakaian bayi yang tidak terlalu tebal.
Dot boleh dipakai saat menidurkan bayi karena diketahui menurunkan risiko SIDS. Bila terlepas saat bayi tidur, dot tidak perlu dimasukkan kembali. Untuk bayi yang menyusu ASI, NHS menyebut dot bisa diberikan setelah usia 4 minggu.
Bila bayi tertidur di kasur Anda setelah menyusui sambil tiduran, pindahkan ia ke tempat tidurnya sendiri.
Saat Tangisan Malam Membuat Anda Kewalahan
IDAI mengingatkan bahwa rasa marah dan putus asa merupakan tanda bahaya, karena emosi yang memuncak membuat kita sulit menguasai keadaan. Hubungi orang yang Anda percaya untuk berbagi perasaan. Bila tidak ada, letakkan bayi di tempat tidurnya dalam posisi aman, lalu tenangkan diri di ruangan lain. NHS menyarankan memberi batas waktu, misalnya 10 menit, sebelum kembali memeriksa bayi.
Apa pun yang terjadi, jangan pernah mengguncang bayi. NHS menjelaskan guncangan membuat kepala bayi bergerak dengan keras dan bisa menyebabkan kerusakan otak.
Gunakan waktu saat bayi tidur nyenyak untuk ikut beristirahat, karena menurut NHS tidur sama pentingnya bagi orang tua. Bergantian berjaga dengan pasangan juga membantu Anda mendekati jam tidur normal. Bila rasa sedih atau cemas tidak kunjung reda, ceritakan kepada dokter agar baby blues atau kondisi lain bisa dikenali.
Dampingi Tidur Bayi dengan Tenang dan Penuh Perhatian
Tangisan singkat saat tidur umumnya bagian dari siklus tidur bayi. Amati sejenak, penuhi kebutuhannya bila tangis berlanjut, lalu baringkan kembali bayi telentang di tempat tidur yang aman. Bila tangisan disertai demam pada bayi muda, napas yang berat, atau tangis yang lemah dan melengking, segera cari pertolongan medis. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Kesehatan orang tua juga perlu dijaga selama masa ini, salah satunya lewat medical check up berkala. Untuk informasi pemeriksaan kesehatan bagi Anda dan keluarga, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
NHS. When to Get Urgent Medical Help for Babies and Children Under 5.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Demam: Kapan Harus ke Dokter?
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kenapa Bayi Sering Bangun Malam? Pahami Pola Tidurnya dan Ajari Kemampuan Tidur.
NHS Best Start in Life. Understanding Your Baby.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Badriul Hegar Sjarif. Mengenal Tangisan Bayi.
NHS. Soothing a Crying Baby.
American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. Nightmares, Night Terrors & Sleepwalking in Children: How Parents Can Help.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Natharina Yolanda. Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap di Rumah?
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apakah normal bayi menangis saat tidur dengan mata terpejam?
Umumnya normal. Bayi sering berada dalam fase tidur ringan sehingga bisa bergerak, bersuara, atau menangis sebentar tanpa benar-benar terbangun. Jika tangisannya singkat dan tidak disertai tanda bahaya, amati sejenak dalam suasana yang tenang agar bayi berkesempatan melanjutkan tidurnya.
Apakah bayi yang menangis saat tidur harus langsung digendong?
Tidak selalu. Jika bayi hanya merengek sebentar dengan mata terpejam, amati sejenak karena ia mungkin kembali tidur sendiri. Jika tangisan berlanjut, hampiri bayi dan periksa kebutuhannya, seperti lapar, popok basah, suhu kamar, atau rasa tidak nyaman.
Kapan bayi yang menangis saat tidur perlu dibawa ke dokter?
Segera cari pertolongan medis jika bayi berusia di bawah 3 bulan mengalami demam, terutama suhu 38°C atau lebih; tangisannya lemah, melengking, atau terus-menerus; napasnya berat; tubuhnya lemas atau sulit dibangunkan; atau ia menolak menyusu. Periksakan juga bayi jika Anda melihat perubahan yang mengkhawatirkan dari kebiasaannya.
Apakah bayi bisa mengalami night terror atau teror malam?
Menurut American Academy of Pediatrics, teror malam lebih sering dialami balita dan anak prasekolah. Anak dapat menangis hebat, tampak tidak mengenali orang tua, lalu tertidur kembali tanpa mengingat kejadian tersebut. Pada bayi, tangisan saat tidur lebih sering berkaitan dengan fase tidur ringan, lapar, atau rasa tidak nyaman.
Bagaimana posisi tidur yang aman setelah bayi kembali tenang?
Baringkan bayi telentang setiap kali tidur hingga usia 1 tahun, di atas matras yang padat dan rata. Jauhkan bantal, guling, selimut longgar, bumper, dan mainan dari tempat tidur. Bayi sebaiknya tidur sekamar dengan orang tua, tetapi di tempat tidur terpisah untuk mengurangi risiko terbekap atau terperangkap.
