Haid baru selesai di awal bulan, lalu sekitar tiga minggu kemudian darah keluar lagi. Wajar bila muncul pertanyaan, apakah mens 2 kali sebulan ini tanda hamil atau ada yang berubah pada siklus Anda?
Jawabannya menentukan langkah berikutnya, mulai dari mencatat siklus, melakukan tes kehamilan, sampai berkonsultasi ke dokter. Bila tes kehamilan Anda sudah positif lalu keluar darah disertai nyeri hebat di perut bagian bawah, gumpalan, atau jaringan, segera ke IGD terdekat.
Artikel ini membahas cara menghitung siklus, flek yang sering dikira haid kedua, penyebab siklus memendek, waktu tes kehamilan, dan tanda yang perlu diperiksakan.
Apakah Mens 2 Kali Sebulan Berarti Hamil?
Umumnya tidak. Kehamilan justru menghentikan haid. Kemenkes menyebut tidak datangnya menstruasi sebagai tanda pertama kehamilan, dan NHS mencatat haid yang terlewat sering menjadi tanda awal hamil.
Meski begitu, kemungkinan hamil belum bisa langsung disingkirkan. Cleveland Clinic menyebut flek saat hamil muda muncul dekat jadwal haid dan mudah dikira haid. Dua perdarahan dalam satu bulan biasanya mengarah ke salah satu kemungkinan berikut:
Siklus yang memang pendek. Kedua perdarahan adalah haid, dengan jumlah dan lama yang mirip haid biasa. Jaraknya bisa masih dalam rentang normal atau lebih pendek dari 21 hari.
Flek di luar haid. Satu perdarahan adalah haid, sedangkan yang lain berupa bercak, misalnya saat ovulasi atau pelepasan sel telur, akibat alat kontrasepsi, atau setelah berhubungan seksual. Bercak seperti ini mudah tercatat sebagai haid kedua.
Perdarahan di awal kehamilan. Bercak bisa muncul saat sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim. Perdarahan yang ringan dan singkat di sekitar jadwal haid perlu dipastikan dengan tes kehamilan di waktu yang sesuai.
Siklus Dihitung dari Hari Pertama Haid
NHS menghitung hari pertama haid sebagai hari pertama siklus. Hari terakhir siklus adalah sehari sebelum haid berikutnya, dan rata-rata panjangnya sekitar 28 hari. Kemenkes menyebut siklus yang wajar berlangsung setiap 21 sampai 35 hari, dengan lama perdarahan 2 sampai 7 hari.
Dengan hitungan ini, dua kali haid dalam satu bulan kalender bisa terjadi pada siklus yang normal. Misalnya, haid Anda dimulai tanggal 1 Juli dan siklusnya 28 hari. Haid berikutnya datang sekitar tanggal 29 Juli, sehingga bulan Juli berisi dua kali haid.
Lain halnya bila jarak antarhaid lebih pendek dari 21 hari. NHS menggolongkan pola ini sebagai haid tidak teratur, dan haid yang datang terlalu sering dikenal dengan istilah polimenorea. Catat tanggal haid lewat aplikasi atau buku catatan, seperti saran NHS, untuk membandingkan pola Anda dengan siklus menstruasi normal.
Flek Apa yang Sering Dikira Haid Kedua?
Darah yang keluar di luar jadwal belum tentu haid. Bercak seperti ini umumnya sedikit, dan sebagian tampak sebagai bercak merah muda atau flek coklat. Tiga jenis berikut sering membuat hitungan siklus menjadi keliru.
1. Flek Saat Ovulasi
NHS menyebut sebagian perempuan mengeluarkan sedikit darah atau lendir saat ovulasi. Peristiwa ini terjadi sekitar 14 hari sebelum haid, sehingga flek muncul kira-kira di tengah siklus. Sebagian perempuan juga merasakan nyeri di satu sisi perut selama beberapa menit sampai 1 atau 2 hari.
Waktu ovulasi berkaitan erat dengan masa subur wanita. Nyeri yang hebat, tidak membaik dengan obat pereda nyeri, atau muncul saat Anda menduga hamil perlu segera diperiksakan.
2. Flek Implantasi di Awal Kehamilan
Cleveland Clinic menjelaskan flek implantasi sebagai perdarahan ringan saat sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim. Kemenkes menyebut flek ini umum terjadi 6 sampai 12 hari setelah pembuahan dan berlangsung maksimal 3 hari.
Warnanya bisa coklat atau merah muda, dan jumlahnya tidak sampai membasahi pembalut. Darah merah yang banyak atau bergumpal biasanya berasal dari sebab lain. Ciri flek hamil muda memang membantu, tetapi jawabannya tetap datang dari tes kehamilan.
3. Perdarahan setelah Berhubungan Seksual
NHS menyebut perdarahan setelah berhubungan bisa dipicu perubahan permukaan leher rahim (ektropion serviks), polip pada leher rahim, vagina yang kering, atau infeksi menular seksual seperti klamidia. Kondisi ini umumnya tidak serius, dan NHS tetap menyarankan pemeriksaan ke dokter.
Penyebab Haid Datang Lebih Cepat dari Biasanya
Bila kedua perdarahan memang haid, siklus Anda mungkin sedang memendek. Siklus haid diatur oleh keseimbangan hormon perempuan, sehingga perubahan pada hormon bisa menggeser jadwalnya. Beberapa pemicu yang dicatat NHS dan Kemenkes antara lain:
Masa pubertas dan menjelang menopause. Siklus lebih mungkin tidak teratur saat haid baru dimulai dan saat mendekati menopause, yang umumnya dimulai pada usia 45 sampai 55 tahun. Catat polanya dan sampaikan kepada dokter bila Anda ragu.
Stres dan perubahan berat badan. Kemenkes menjelaskan stres psikologis bisa mengganggu keseimbangan hormon reproduksi, dan pola makan yang kurang sehat memengaruhi status gizi serta siklus haid. NHS juga mencatat berat badan yang turun atau naik banyak dan olahraga berlebihan sebagai pemicu.
Kontrasepsi hormonal. Pil KB khusus progestin, suntik KB, dan spiral hormonal (IUS) bisa mengubah jadwal haid. NHS juga mencatat pil KB sebagai salah satu penyebab perdarahan di antara dua haid.
Gangguan hormon tertentu. Gangguan hormon yang memengaruhi indung telur atau PCOS, serta gangguan tiroid, bisa membuat haid tidak teratur. Keduanya perlu dipastikan lewat pemeriksaan dokter.
Kelainan pada rahim dan infeksi. NHS menyebut pertumbuhan kecil di dalam dan sekitar rahim, seperti polip atau miom, serta infeksi menular seksual bisa memicu perdarahan di antara dua haid. Penyebab ini ditemukan lewat pemeriksaan.
Menentukan Hari Tes Kehamilan setelah Dua Perdarahan
Bila ada hubungan seksual tanpa kontrasepsi sejak haid terakhir, tes kehamilan membantu menjawab keraguan. Tes ini mendeteksi hormon kehamilan atau hCG, yang menurut NHS mulai dibuat sekitar 6 hari setelah pembuahan. Patokan berikut membantu menentukan waktunya:
Jadwal haid masih bisa diperkirakan. Kebanyakan tes bisa dipakai sejak hari pertama telat haid. Hitung jadwalnya dari hari pertama perdarahan terakhir yang jumlah dan lamanya seperti haid biasa.
Jadwal haid sulit ditebak. NHS menyarankan tes minimal 21 hari setelah hubungan seksual tanpa kontrasepsi yang terakhir. Cara ini membantu bila dua perdarahan membuat Anda ragu kapan haid berikutnya datang.
Hasil negatif, haid belum datang. Menurut NHS, hasil positif hampir selalu benar, sedangkan hasil negatif kurang bisa diandalkan. Ulangi tes beberapa hari kemudian, dan konsultasikan ke dokter bila tes kedua tetap negatif tetapi haid belum juga datang.
Cleveland Clinic menyarankan menunggu flek berhenti dan jadwal haid benar-benar terlewat sebelum tes. Payudara nyeri, mual, dan mudah lelah juga termasuk ciri awal kehamilan yang dicatat Kemenkes. Hasil tes kehamilan yang positif sebaiknya segera ditindaklanjuti ke dokter atau bidan.
Perdarahan Seperti Apa yang Perlu Diperiksakan?
NHS menyebut perdarahan di antara dua haid umumnya tidak serius. Meski begitu, pola berikut sebaiknya dinilai dokter:
Siklus tidak teratur. Jarak antarhaid kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari termasuk tidak teratur. Konsultasi juga dianjurkan bila haid berlangsung lebih dari 7 hari.
Perdarahan di antara dua haid atau setelah berhubungan. NHS mencatat keluhan ini sesekali bisa berkaitan dengan kanker. Pemeriksaan membantu menemukan penyebabnya lebih awal.
Disertai keluhan lain. Haid tidak teratur yang disertai berat badan naik, mudah lelah, rambut tumbuh di wajah, atau kulit kering maupun berminyak perlu dinilai. Begitu juga bila Anda sedang berusaha hamil.
Minta pertolongan segera bila Anda baru saja telat haid, lalu mengalami perdarahan yang tidak biasa disertai nyeri di perut. Salah satu kondisi yang perlu disingkirkan adalah kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang tumbuh di luar rahim. Bila tes sudah positif dan perdarahan disertai nyeri hebat, gumpalan, atau jaringan, Kemenkes menganjurkan segera ke fasilitas kesehatan terdekat.
Langkah Dokter Mencari Sumber Perdarahan
Catatan siklus Anda membantu dokter membaca pola perdarahan. Menurut NHS, pemeriksaan bisa berupa tes kehamilan, tes darah, tes infeksi menular seksual, serta pemeriksaan vagina dan leher rahim. Bila diperlukan, dokter merujuk ke dokter spesialis untuk pemeriksaan lanjutan.
Memastikan Dugaan Hamil lewat Tes Urine
Tes kehamilan urine bekerja dengan mencari hormon hCG, yang mulai dibuat beberapa hari setelah pembuahan. Hasilnya membantu menjawab apakah salah satu perdarahan berkaitan dengan kehamilan. Bila hasil tes di rumah membingungkan atau dokter menyarankan tes ulang, Bumame menyediakan Tes Kehamilan (Rapid test).
Menurut halaman produknya, tes ini memakai sampel urine, tidak memerlukan puasa, dan ditujukan bagi orang yang menduga hamil atau sedang menjalani pemantauan awal kehamilan. Sampaikan obat, vitamin, atau suplemen yang rutin Anda konsumsi kepada petugas. Tes tersedia secara Walk In maupun Home Care, dengan hasil dalam 1x24 jam. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Apakah Siklus Pendek Perlu Diobati?
NHS menyebut haid tidak teratur tidak selalu memerlukan pengobatan. Bila penanganan diperlukan, pilihannya mengikuti penyebab. Contohnya, pil KB kombinasi bisa membantu mengatur siklus pada PCOS, sedangkan gangguan tiroid ditangani dengan obat yang sesuai.
Flek akibat kontrasepsi, polip, miom, atau infeksi ditangani menurut sumbernya setelah pemeriksaan. Pola makan bergizi dan stres yang terkelola membantu menjaga keseimbangan hormon. Jenis dan dosis obat selalu ditentukan dokter.
Pahami Pola Haid Anda dan Tes di Waktu yang Sesuai
Mens 2 kali sebulan bisa berasal dari siklus yang pendek, flek di luar haid, atau perdarahan di awal kehamilan. Catatan siklus yang rapi dan tes kehamilan di waktu yang sesuai membantu Anda dan dokter menemukan jawabannya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.
Bila ada pertanyaan seputar tes kehamilan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Pola Makan Mempengaruhi Siklus Menstruasi.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Perubahan Fisik dan Psikis Pada Ibu Hamil.
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Keguguran.
NHS. Irregular periods.
NHS. Vaginal bleeding between periods or after sex.
NHS. Ovulation pain.
NHS. Doing a pregnancy test.
Cleveland Clinic. Implantation Bleeding: Causes, Symptoms & What To Expect.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apakah mens 2 kali sebulan tanda hamil?
Umumnya tidak, karena menstruasi berhenti saat hamil. Namun, salah satu perdarahan bisa berupa flek implantasi. Jika ada hubungan seksual tanpa kontrasepsi, lakukan tes kehamilan pada waktu yang sesuai.
Apakah haid dua kali dalam sebulan normal?
Bisa normal jika jarak antarhaid masih dalam rentang 21–35 hari. Jika jaraknya kurang dari 21 hari atau pola haid berubah, konsultasikan dengan dokter.
Bagaimana membedakan flek dan haid kedua?
Flek biasanya berupa bercak sedikit dan singkat, dengan warna merah muda atau cokelat. Haid umumnya berlangsung 2–7 hari. Flek juga bisa muncul saat ovulasi atau setelah berhubungan seksual.
Kapan sebaiknya tes kehamilan setelah haid dua kali sebulan?
Tes kehamilan umumnya bisa dilakukan sejak hari pertama telat haid. Jika jadwal haid sulit diperkirakan, lakukan tes minimal 21 hari setelah hubungan seksual tanpa kontrasepsi terakhir.
Apa penyebab haid datang dua kali dalam sebulan?
Penyebabnya meliputi siklus pendek, stres, perubahan berat badan, kontrasepsi hormonal, PCOS, gangguan tiroid, polip, miom, atau infeksi. Dokter dapat membantu menentukan penyebab melalui pemeriksaan.
