Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Bayi Baru Lahir Tidur Terus: Kapan Wajar dan Kapan Perlu ke Dokter?
Kembali ke Artikel & Berita

Bayi Baru Lahir Tidur Terus: Kapan Wajar dan Kapan Perlu ke Dokter?

SBATips Kesehatan

Minggu pertama di rumah sering berjalan dengan pola yang sama. Si Kecil tidur hampir sepanjang hari, bangun sebentar untuk menyusu, lalu terlelap lagi. Wajar bila Anda mulai bertanya apakah tidurnya terlalu lama.

Kebanyakan bayi baru lahir memang banyak tidur, dan pola ini bagian wajar dari awal kehidupan. Di sisi lain, rasa kantuk berlebihan bisa menjadi tanda bayi lemas karena kuning, suhu tubuh terganggu, atau infeksi. Bedanya terlihat dari cara bayi bangun, menyusu, dan warna kulitnya.

Artikel ini dimulai dari tanda darurat yang perlu dibawa ke IGD, lalu membahas pola tidur yang wajar, kecukupan menyusu, kaitan kuning dengan rasa kantuk, dan pemeriksaan dari dokter.

Tanda Darurat pada Bayi yang Terus Tertidur

Bawa bayi ke IGD terdekat sekarang juga, tanpa menunggu jadwal kontrol, bila tidur panjangnya disertai salah satu tanda berikut:

  • Sulit dibangunkan atau tampak lemas. IDAI meminta bayi segera dibawa ke petugas kesehatan bila ia malas menyusu dan lebih banyak tertidur. NHS meminta bayi kuning langsung dibawa ke IGD bila ia lebih mengantuk dari biasanya, sulit dibangunkan, terkulai, kaku, atau bergerak menyentak. Kejang juga termasuk tanda bahaya menurut IDAI.

  • Tidak mau menyusu atau popok tetap kering. Kemenkes mencatat bayi kuning bisa tampak lemah dan tidak mau menyusu. NHS juga meminta bayi kuning yang tidak menyusu atau tidak membasahi popok langsung dibawa ke IGD.

  • Kuning yang meluas atau makin pekat. Warna kuning biasanya mulai di wajah, lalu turun ke dada, perut, lengan, dan tungkai seiring naiknya kadar bilirubin, pigmen kuning dari sel darah merah yang dibuang oleh hati. Kuning yang muncul dalam 24 jam pertama, makin pekat, atau sampai ke telapak tangan dan kaki perlu segera diperiksa.

  • Demam atau badan teraba dingin. IDAI meminta bayi yang demam atau bersuhu di bawah 36,5°C segera dibawa ke petugas kesehatan. Suhu normalnya 36,5 sampai 37,5°C bila diukur di ketiak, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter. Tubuh serta tangan dan kaki yang teraba dingin menandakan hipotermia atau suhu tubuh rendah, yang bisa menjadi gejala infeksi berat seperti sepsis.

  • Napas tampak berat. Perhatikan napas yang sangat cepat, bunyi merintih, atau perut yang tertarik ke dalam di bawah tulang rusuk. NHS menggolongkan tanda ini sebagai kesulitan bernapas yang perlu ditangani di IGD, dan IDAI juga memasukkan sesak napas ke daftar tanda bahaya.

Sesuai saran NHS, minta orang lain menyetir atau hubungi ambulans. Suhu rendah bisa memicu hipoglikemia atau gula darah rendah, sehingga IDAI menyarankan bayi yang kedinginan tetap disusui dan dihangatkan lewat kontak kulit ke kulit selama perjalanan.

Berapa Lama Bayi Baru Lahir Biasanya Tidur?

Tanpa tanda darurat di atas, tidur panjang umumnya wajar. WHO menganjurkan 14 sampai 17 jam tidur berkualitas per hari untuk bayi usia 0 sampai 3 bulan, termasuk tidur siang. IDAI mencatat bayi baru lahir bahkan bisa tidur sampai total 20 jam sehari, terbagi dalam periode 20 menit hingga 4 jam dengan jeda untuk menyusu.

Tidur sebanyak ini punya fungsi. Ayo Sehat Kemenkes menjelaskan bahwa tidur berperan penting dalam pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kesehatan bayi. Pada usia 0 sampai 3 bulan, pola tidur masih belum teratur dan ritme sirkadian, yaitu jam biologis pengatur siklus tidur dan bangun, baru mulai berkembang.

Karena itu, Ayo Sehat menyarankan orang tua mulai mengenalkan perbedaan siang dan malam. Pada siang hari, buka tirai dan ajak bayi berinteraksi saat ia terjaga. Pada malam hari, redupkan lampu dan buat kegiatan menyusui atau mengganti popok tetap tenang.

Pola ini akan berubah seiring usia. Rentang jam tidur normal berdasarkan usia dan jam tidur bayi per bulan membantu Anda memantau perubahannya.

Membedakan Bayi yang Tidur Nyenyak dan Bayi yang Lemas

Lama tidur saja belum cukup untuk menilai kondisi bayi. Petunjuknya muncul saat ia bangun, dari cara menyusu, popok, warna kulit, dan suhunya.

Yang Diamati

Cenderung Wajar

Perlu Segera Diperiksa

Saat dibangunkan

Bayi bisa dibangunkan dan mau menyusu

Lebih mengantuk dari biasanya, sulit dibangunkan, atau tubuhnya terkulai

Menyusu

Menyusu sesuai kemauan bayi, umumnya tiap 2 sampai 3 jam pada bayi ASI

Tidak mau menyusu atau malas menyusu

Popok

Sering basah dengan urine jernih

Popok tetap kering, urine kuning tua atau cokelat, atau tinja pucat

Warna kulit

Kuning ringan yang muncul pada usia 2 sampai 7 hari

Kuning dalam 24 jam pertama, makin pekat, atau sampai ke telapak tangan dan kaki

Suhu tubuh

Tubuh serta tangan dan kaki teraba hangat

Demam, atau tubuh serta tangan dan kaki teraba dingin

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Bila ragu, catat jam menyusu dan jumlah popok basah selama sehari agar dokter atau bidan lebih mudah menilainya.

Perlukah Bayi Dibangunkan untuk Menyusu?

Tidur panjang perlu diimbangi dengan menyusu yang cukup. IDAI menganjurkan ASI diberikan sesuai kemauan bayi tanpa dijadwal dan tanpa menunggu bayi menangis. Tanda lapar awal antara lain memasukkan tangan ke mulut, menggenggam tangan, atau mengecap-ngecap.

Bayi ASI biasanya menyusu tiap 2 sampai 3 jam. AAP menganjurkan ibu menyusui sedikitnya 8 sampai 12 kali sehari pada hari-hari pertama untuk membantu produksi ASI dan menjaga kadar bilirubin tetap rendah. Pada bayi kuning yang mengantuk, NHS menyarankan orang tua mencoba membangunkannya untuk menyusu. Bayi yang tetap sulit dibangunkan termasuk tanda darurat di atas.

Kecukupan ASI terlihat dari popok dan berat badan. Menurut IDAI, bayi yang cukup ASI buang air kecil sekitar 6 sampai 8 kali sehari dan juga buang air besar. Sebagian besar bayi kembali ke berat lahirnya dalam 2 minggu, dan penimbangan rutin membantu dokter mengenali tanda gangguan tumbuh kembang lebih awal.

Kaitan Kuning dengan Bayi yang Banyak Tidur

Banyak bayi tampak kuning pada hari-hari pertama karena hatinya butuh beberapa hari sampai mampu membuang bilirubin dengan baik, menurut AAP. IDAI menyebut kuning umumnya muncul pada usia 2 sampai 7 hari, dan NHS menyebut warnanya biasanya tampak jelas sekitar usia 3 hari.

Kemenkes mencatat kekurangan ASI dan ketidakcocokan golongan darah ibu dan bayi sebagai penyebab kuning, sementara bayi kuning bisa tampak lemah dan malas menyusu. Kedua hal ini bisa saling memperberat, karena bayi yang mengantuk lebih jarang menyusu, padahal menyusu teratur membantu menjaga kadar bilirubin tetap rendah.

AAP menyebut risiko kadar tinggi lebih besar pada bayi yang lahir lebih dari 2 minggu sebelum perkiraan, yang menyusunya belum lancar, atau yang kuning dalam 24 jam pertama. Penanganan bisa mencegah dampak berbahaya dari bilirubin tinggi pada bayi, termasuk kerusakan otak yang oleh Kemenkes disebut kernikterus.

Amati warna kulit di bawah cahaya terang atau cahaya siang. NHS menyebut menekan lembut ujung hidung atau dahi bisa membuat kuning lebih mudah terlihat. Pada kulit cokelat atau gelap, periksa juga putih mata, bawah lidah, dan bagian dalam pipi. Perbedaan bayi kuning yang normal dan tidak normal juga bisa dinilai dari waktu munculnya dan luas penyebarannya. AAP mengingatkan bahwa menjemur bayi di bawah sinar matahari tidak aman untuk mengobati kuning.

Kapan Bayi Perlu Kontrol ke Dokter Anak?

Sebagian kondisi tidak memerlukan IGD, tetapi sebaiknya diperiksakan dalam waktu dekat. Hubungi dokter anak atau bidan bila Anda menemukan hal berikut:

  • Kuning tidak kunjung membaik. NHS menyarankan pemeriksaan segera bila kuning tidak membaik atau justru bertambah. IDAI meminta bayi yang masih kuning sampai usia 2 minggu dibawa ke petugas kesehatan.

  • Urine gelap atau tinja pucat. Kemenkes dan NHS mencatat urine kuning tua atau cokelat dan tinja pucat sebagai gejala. NHS menyarankan menyimpan contoh tinja untuk diperlihatkan kepada bidan atau dokter.

  • Buang air belum lancar sejak lahir. IDAI menyebut bayi normal buang air kecil dalam 24 jam pertama dan buang air besar dalam 48 jam pertama. Bila tidak, bayi perlu diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan Bilirubin atas Permintaan Dokter

Penyebaran warna kuning memberi gambaran kasar, sedangkan kadar bilirubin diketahui lewat pengukuran dengan tes darah atau alat cahaya khusus di kulit, menurut NHS. AAP meminta bayi yang kuning dalam 24 jam pertama segera diukur kadarnya. IDAI menyebut hasil yang dibandingkan dengan grafik bilirubin membantu dokter menentukan perlu tidaknya fototerapi atau terapi sinar.

Bila dokter meminta pengukuran dari darah, Bumame menyediakan Bilirubin Total (Neonatus). Menurut halaman produknya, pemeriksaan ini mengukur bilirubin total pada bayi baru lahir dari sampel darah untuk membantu mengevaluasi kulit kuning. Hasilnya keluar dalam lebih dari 1x24 jam, jadi bayi dengan tanda darurat tetap langsung dibawa ke IGD.

Menjaga Tidur Panjang Bayi Tetap Aman

Beberapa anjuran IDAI berikut membantu menjaga tidur panjang bayi tetap aman:

  • Telentang di alas yang rata. IDAI menganjurkan posisi telentang di alas yang rata dan tidak terlalu lembut, karena membantu menurunkan risiko sindrom kematian mendadak bayi atau SIDS. Singkirkan benda yang bisa menutupi kepala bayi, dan ajak semua pengasuh memahami alasan bayi tidur tengkurap belum dianjurkan.

  • Atur suhu kamar. Kamar sebaiknya sejuk, tidak terlalu dingin atau panas, dengan cahaya dan ventilasi cukup. IDAI menyarankan suhu kamar tidak kurang dari 25°C, bayi tidak diletakkan di arah embusan pendingin ruangan, jendela, atau pintu, dan tubuhnya segera dikeringkan setelah mandi.

Amati Pola Harian Si Kecil dengan Tenang

Tidur panjang adalah bagian wajar dari minggu-minggu pertama, selama bayi bisa dibangunkan, menyusu dengan baik, dan warna kulitnya tidak makin kuning. Mengamati tiga hal ini setiap hari membantu Anda bertindak lebih cepat bila ada perubahan. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan untuk bayi, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Putri ND, Soebadi A, Ikatan Dokter Anak Indonesia — Perawatan Bayi Baru Lahir

  2. NHS — Jaundice in Babies

  3. American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org — Jaundice in Newborns

  4. Wandita S, Ikatan Dokter Anak Indonesia — Hipotermia pada Bayi Baru Lahir, Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?

  5. World Health Organization — To Grow Up Healthy, Children Need to Sit Less and Play More

  6. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Kenapa Bayi Sering Bangun Malam? Pahami Pola Tidurnya dan Ajari Kemampuan Tidur

  7. Satgas ASI, Ikatan Dokter Anak Indonesia — Bagaimana Menyusui dengan Benar?

  8. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Mengenal Hiperbilirubin pada Bayi

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apakah wajar bayi baru lahir tidur hampir seharian?

Umumnya wajar karena bayi usia 0–3 bulan membutuhkan sekitar 14–17 jam tidur sehari. Bayi baru lahir bahkan dapat tidur hingga 20 jam. Pastikan bayi tetap bisa dibangunkan dan mau menyusu.

Berapa jam sekali bayi baru lahir perlu menyusu?

Bayi ASI biasanya menyusu setiap 2–3 jam atau setidaknya 8–12 kali sehari pada hari-hari pertama. Jika bayi kuning dan mengantuk, coba bangunkan untuk menyusu. Bayi yang tetap sulit dibangunkan perlu segera mendapat pertolongan medis.

Bagaimana membedakan bayi tidur nyenyak dengan bayi lemas?

Bayi yang tidur nyenyak umumnya bisa dibangunkan, mau menyusu, dan membasahi popok secara teratur. Bayi yang sulit dibangunkan, tubuhnya terkulai, atau tidak mau menyusu harus segera dibawa ke IGD.

Apakah bayi kuning membuat bayi lebih banyak tidur?

Ya, bayi dengan kadar bilirubin tinggi dapat tampak lemah dan malas menyusu. Jika bayi kuning lebih mengantuk dari biasanya atau sulit dibangunkan, segera bawa ke IGD.

Apakah bayi kuning boleh dijemur di bawah sinar matahari?

Menjemur bayi di bawah sinar matahari bukan cara yang aman untuk mengobati penyakit kuning. Jika kadar bilirubin perlu diturunkan, dokter akan menilai kondisi bayi dan menentukan apakah fototerapi diperlukan.