Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Berat Badan Bayi Normal per Bulan: Tabel 0 sampai 12 Bulan dan Kapan Perlu Waspada
Kembali ke Artikel & Berita

Berat Badan Bayi Normal per Bulan: Tabel 0 sampai 12 Bulan dan Kapan Perlu Waspada

SBATips Kesehatan

Hari ketiga di rumah, angka timbangan bayi ternyata lebih kecil dari berat lahirnya. Beberapa bulan kemudian, giliran bayi saudara yang seusia tampak lebih berisi.

Pada tahun pertama, berat badan adalah penanda pertumbuhan yang dipantau setiap bulan. Penurunan di minggu pertama umumnya wajar, sedangkan garis yang berhenti naik perlu dinilai lebih awal.

Artikel ini membahas rentang berat badan bayi normal dari lahir sampai 12 bulan, pola kenaikannya, tanda cukup ASI, dan kapan perlu ke dokter.

Berat Badan Bayi Normal Dibaca sebagai Rentang

Kemenkes menilai berat badan bayi dengan standar antropometri yang mengikuti WHO Child Growth Standards untuk usia 0 sampai 5 tahun. Indeks beratnya adalah berat badan menurut umur (BB/U), dengan tabel terpisah untuk laki-laki dan perempuan.

Kategori normal pada BB/U membentang dari garis -2 sampai +1 standar deviasi (SD), yaitu satuan jarak dari nilai tengah atau median. Bayi yang beratnya di bawah median tetap tergolong normal selama titiknya masih di dalam rentang ini.

Untuk bayi baru lahir, median standar ini adalah 3,3 kg pada laki-laki dan 3,2 kg pada perempuan. WHO menggolongkan berat lahir di bawah 2.500 gram sebagai berat badan lahir rendah (BBLR), yang bisa disebabkan oleh hambatan pertumbuhan di dalam rahim, kelahiran prematur atau sebelum waktunya, maupun keduanya.

Tabel Berat Badan Bayi Usia 0 sampai 12 Bulan

Tabel berikut merangkum median dan rentang normal BB/U, yaitu angka pada garis -2 SD sampai +1 SD, dari Permenkes Nomor 2 Tahun 2020.

Usia

Median laki-laki (kg)

Rentang normal laki-laki (kg)

Median perempuan (kg)

Rentang normal perempuan (kg)

Lahir (0 bulan)

3,3

2,5 sampai 3,9

3,2

2,4 sampai 3,7

1 bulan

4,5

3,4 sampai 5,1

4,2

3,2 sampai 4,8

2 bulan

5,6

4,3 sampai 6,3

5,1

3,9 sampai 5,8

3 bulan

6,4

5,0 sampai 7,2

5,8

4,5 sampai 6,6

4 bulan

7,0

5,6 sampai 7,8

6,4

5,0 sampai 7,3

5 bulan

7,5

6,0 sampai 8,4

6,9

5,4 sampai 7,8

6 bulan

7,9

6,4 sampai 8,8

7,3

5,7 sampai 8,2

7 bulan

8,3

6,7 sampai 9,2

7,6

6,0 sampai 8,6

8 bulan

8,6

6,9 sampai 9,6

7,9

6,3 sampai 9,0

9 bulan

8,9

7,1 sampai 9,9

8,2

6,5 sampai 9,3

10 bulan

9,2

7,4 sampai 10,2

8,5

6,7 sampai 9,6

11 bulan

9,4

7,6 sampai 10,5

8,7

6,9 sampai 9,9

12 bulan

9,6

7,7 sampai 10,8

8,9

7,0 sampai 10,1

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Usia dihitung dalam bulan penuh, sehingga bayi berusia 2 bulan 29 hari dibaca pada baris 2 bulan. Berat di bawah -2 SD masuk kategori berat badan kurang atau sangat kurang, sedangkan berat di atas +1 SD masuk kategori risiko berat badan lebih. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

Hasil di atas +1 SD perlu dikonfirmasi dengan indeks lain. Bila indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) juga di atas +1 SD, Kemenkes menyebut bayi berisiko gizi lebih dan perlu ditangani untuk mencegah obesitas pada anak. Setelah usia 12 bulan, penilaian berlanjut dengan berat badan ideal anak menurut WHO sampai usia 5 tahun.

Wajarkah Berat Bayi Turun Setelah Lahir?

Wajar, selama penurunannya tidak berlanjut. Kemenkes mencatat penurunan ini terjadi pada tiga hari pertama, dan MSD Manual menyebut bayi cukup bulan umumnya kehilangan 5 sampai 8% berat lahirnya. Pada bayi dengan berat lahir 3.000 gram, angka ini setara 150 sampai 240 gram.

Kemenkes menyebut berat lahir bayi cukup bulan tercapai lagi pada hari ke-10, sedangkan MSD Manual memberi batas akhir minggu kedua. Pada bayi prematur, Kemenkes mencatat penurunan sekitar 6 sampai 8% dari berat lahir.

Seberapa Cepat Berat Bayi Naik Setiap Bulan?

Setelah berat lahir tercapai lagi, kenaikan berlangsung cepat pada bulan-bulan awal lalu melambat. Kemenkes dan MSD Manual sama-sama mencatat berat lahir umumnya menjadi dua kali lipat pada usia 5 bulan dan tiga kali lipat pada usia 1 tahun.

Pada tabel, median bayi laki-laki naik dari 3,3 kg saat lahir menjadi 6,4 kg di usia 3 bulan, sedangkan antara usia 6 dan 12 bulan median hanya bergerak dari 7,9 kg ke 9,6 kg.

Untuk usia 0 sampai 24 bulan, Kemenkes juga punya tabel kenaikan berat badan per 3, 4, atau 6 bulan. Bayi yang kenaikannya kurang dari standar itu berisiko gagal tumbuh, yaitu pertumbuhan yang tidak memadai, dan perlu dievaluasi tenaga kesehatan.

Bayi Prematur Dinilai dengan Usia Koreksi

Kemenkes mencatat berat badan bayi prematur dinilai menurut usia koreksi. Menurut American Academy of Pediatrics, usia ini adalah usia sejak lahir dikurangi jumlah minggu kelahirannya lebih awal dari 40 minggu kehamilan.

Contohnya, bayi yang lahir pada usia kehamilan 32 minggu lahir 8 minggu lebih awal. Saat berusia 4 bulan, bayi ini memiliki usia koreksi 2 bulan, sehingga beratnya dibandingkan dengan baris 2 bulan pada tabel. Kemenkes juga menyebut bayi prematur mengejar kenaikan beratnya selama 1 sampai 2 tahun pertama hingga mendekati bayi cukup bulan.

Penyebab Berat Bayi Naik Lebih Lambat

MSD Manual mencatat sebagian bayi lebih kecil dan sebagian lebih besar, tetapi umumnya tetap di sekitar persentil yang sama, yaitu posisinya dibanding bayi seusia dan sejenis kelamin. Bila jalurnya bergeser, beberapa hal berikut bisa menjadi penyebabnya:

  • Cara memberi makan. MSD Manual menyebut faktor lingkungan dan sosial sebagai alasan yang sering membuat anak kurang gizi. Contohnya pengasuh belum memahami teknik memberi makan bayi atau menyiapkan susu formula dengan cara yang keliru.

  • Produksi ASI. MSD Manual menyebut ibu yang ASI-nya benar-benar tidak mencukupi tergolong jarang. Ayo Sehat Kemenkes mencatat menyusu yang sering dan tidak dibatasi membuat volume ASI lebih banyak, sehingga penurunan berat bayi hanya sedikit.

  • Penyakit pada bayi. Infeksi, gangguan pencernaan, penyakit jantung, ginjal, atau hati, serta gangguan hormon dan metabolisme bisa menghambat kenaikan berat. Bila bayi sering muntah, catat frekuensinya dan pelajari penyebab anak muntah sebelum kontrol.

Baca Juga: Vitamin D dan Tumbuh Kembang Anak

Tanda Bayi Mendapat Cukup ASI

Kemenkes menyebut ibu bisa menyusui sesuai kebutuhan bayi, sedikitnya lebih dari 8 kali dalam 24 jam. ASI tergolong cukup bila tampak tanda berikut:

  • Buang air kecil lebih dari 6 kali sehari. Urine tampak tidak pekat dan baunya tidak menyengat. Catat jumlah popok basah bila Anda ragu.

  • Berat melampaui berat lahir pada usia 2 minggu. Pada bulan-bulan awal, berat badan juga naik lebih dari 500 gram dalam sebulan. Angka ini bisa dicek dari timbangan bulanan.

  • Bayi tampak puas. Setelah menyusu, bayi terlihat rileks dan melepas sendiri payudara ibu. Tanda ini sebaiknya dinilai bersama jumlah popok basah dan kenaikan berat.

Baca Juga: Daftar Makanan ASI agar Bayi Gemuk tapi Tetap Sehat

Kapan Berat Badan Bayi Perlu Diperiksakan?

Bicarakan dengan dokter bila menemukan kondisi berikut:

  • Berat belum melampaui berat lahir pada usia 2 minggu. Kemenkes memakai patokan ini sebagai salah satu tanda ASI cukup. Bila belum tercapai, proses menyusu dan kondisi bayi perlu dinilai.

  • Titik berada di luar rentang normal. Standar Kemenkes meminta BB/U di bawah -2 SD atau di atas +1 SD dikonfirmasi petugas kesehatan dengan indeks lain. Ambang diagnosis tetap ditentukan oleh dokter.

  • Garis pertumbuhan berubah arah. Kemenkes menyebut garis yang memotong garis z-score atau garis SD, naik atau turun tajam, atau terus mendatar sebagai tanda yang perlu dinilai ulang. Bayi yang tidak ditimbang bulan lalu juga perlu dicek.

  • Posisi di grafik terus merosot. Berat yang masih normal tetap perlu diperhatikan bila posisinya turun dari bulan ke bulan. MSD Manual memberi contoh penurunan dari persentil 90 ke persentil 50 dalam waktu singkat.

Saat kontrol, tanyakan juga tanda gangguan tumbuh kembang yang perlu diamati di rumah.

Pemeriksaan Lanjutan Mengikuti Temuan Dokter

Saat berat bayi tertahan, MSD Manual menjelaskan dokter akan menanyakan cara pemberian makan dan riwayat sakit, lalu memeriksa bayi sebelum memutuskan perlu tidaknya tes darah, urine, atau feses.

Halaman layanan Ibu dan Anak Bumame merangkum pemeriksaan kehamilan dan kesehatan anak, termasuk pemeriksaan tumbuh kembang, dengan pilihan Walk In di klinik atau Home Care. Untuk menanyakan pemeriksaan yang sesuai usia bayi, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Kebiasaan Harian yang Mendukung Kenaikan Berat Bayi

  • Berikan ASI eksklusif sampai 6 bulan. Ayo Sehat Kemenkes menyebut ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sampai usia 6 bulan. Bayi yang mendapat ASI juga memiliki kenaikan berat badan yang baik dengan risiko obesitas yang lebih rendah.

  • Lanjutkan dengan MP-ASI. Setelah 6 bulan, ASI diteruskan sampai usia 2 tahun atau lebih bersama makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang cukup. Saat menyiapkan cemilan bayi 6 bulan, perhatikan juga takaran gula dan garam dalam makanan anak.

  • Timbang setiap bulan. Standar Kemenkes meminta hasil timbangan di Posyandu diplot pada grafik BB/U di Buku KIA atau KMS agar arah garis terlihat. Jadwal timbang bisa disatukan dengan jadwal vaksinasi anak, dan Buku KIA ikut dibawa saat tes tumbuh kembang anak.

Timbang Rutin dan Rayakan Setiap Kemajuan Kecil

Berat badan bayi normal adalah rentang yang bergerak mengikuti usia, jenis kelamin, dan riwayat lahirnya. Timbang setiap bulan, perhatikan arah garis di Buku KIA, dan diskusikan dengan dokter bila garisnya berubah arah. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan tumbuh kembang bayi, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.

  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. ASI.

  3. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pola Berat Badan Bayi Prematur.

  4. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sudah Terampilkah Ibu Dalam Menyusui Bayinya?

  5. World Health Organization. Low Birth Weight.

  6. MSD Manual Consumer Version. Physical Growth of Infants and Children.

  7. MSD Manual Consumer Version. Growth and Weight Faltering in Children.

  8. American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. Corrected Age for Preemies.

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Berapa berat badan bayi baru lahir yang normal?

Median berat bayi baru lahir adalah 3,3 kg untuk laki-laki dan 3,2 kg untuk perempuan. Berat lahir di bawah 2.500 gram tergolong berat badan lahir rendah (BBLR).

Apakah berat bayi yang turun setelah lahir itu normal?

Ya, bayi cukup bulan umumnya kehilangan 5–8% berat lahirnya pada beberapa hari pertama. Berat lahir biasanya tercapai kembali sekitar hari ke-10 hingga sebelum akhir minggu kedua.

Berapa berat badan normal bayi usia 6 bulan?

Median berat bayi usia 6 bulan adalah 7,9 kg untuk laki-laki dan 7,3 kg untuk perempuan. Rentang normalnya 6,4–8,8 kg untuk laki-laki dan 5,7–8,2 kg untuk perempuan.

Berapa kenaikan berat badan bayi setiap bulan?

Kenaikan berat berlangsung cepat pada bulan-bulan awal, lalu melambat. Umumnya, berat lahir menjadi dua kali lipat pada usia 5 bulan dan tiga kali lipat pada usia 1 tahun.

Kapan berat badan bayi perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan bayi bila beratnya belum melampaui berat lahir pada usia 2 minggu, berada di luar rentang standar, atau garis pertumbuhannya mendatar maupun turun tajam. Dokter akan menilai kondisi dan pertumbuhan bayi lebih lanjut.