Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Ulu Hati Sakit saat Hamil: Penyebab, Cara Meredakan, dan Kapan Perlu ke IGD
Kembali ke Artikel & Berita

Ulu Hati Sakit saat Hamil: Penyebab, Cara Meredakan, dan Kapan Perlu ke IGD

SBATips Kesehatan

Rasa perih atau panas di ulu hati sering datang setelah makan malam, apalagi saat perut sudah makin besar. Banyak ibu hamil menganggapnya maag biasa dan menunggu keluhan reda sendiri.

Keluhan ini memang umum selama kehamilan dan sering berasal dari lambung. Namun, nyeri di ulu hati atau di bawah rusuk kanan yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu perlu segera diperiksa di IGD bila disertai sakit kepala hebat, pandangan kabur, atau bengkak mendadak di wajah, tangan, atau kaki. Kombinasi ini bisa menjadi tanda preeklamsia.

Artikel ini membahas penyebabnya, cara membedakan keluhan lambung dari tanda bahaya, pemeriksaan dari dokter, dan cara meredakan nyeri dengan aman.

Mengapa Ulu Hati Lebih Mudah Sakit selama Hamil?

Secara umum, sakit ulu hati bisa dipicu berbagai gangguan di perut bagian atas, dan kehamilan menambah beberapa pemicunya.

Menurut NHS, perubahan hormon ikut berperan, begitu pula bayi yang terus tumbuh hingga menekan lambung. Otot di antara lambung dan kerongkongan juga lebih kendur, sehingga asam lambung lebih mudah naik. Keluhan bisa muncul kapan saja, tetapi lebih sering terjadi mulai usia kehamilan 12 minggu.

Keluhan ini lebih mungkin dialami ibu yang pernah hamil sebelumnya, ibu di akhir kehamilan, dan ibu yang sudah punya gangguan pencernaan sebelum hamil, misalnya maag kronis.

Penyebab Nyeri Ulu Hati yang Sering Dialami Ibu Hamil

Berikut beberapa pemicu yang umum, dari yang ringan hingga yang perlu dinilai dokter:

1. Asam Lambung Naik dan Heartburn

Saat asam lambung naik ke kerongkongan, muncul rasa panas atau nyeri di dada yang dikenal sebagai heartburn. Keluhan ini kadang disertai makanan yang naik kembali ke mulut dan biasanya datang tidak lama setelah makan atau minum.

2. Perut Begah, Kembung, dan Sering Bersendawa

Gangguan pencernaan atau dispepsia membuat perut terasa penuh, berat, atau kembung, bisa disertai sendawa dan mual. Kemenkes menganjurkan ibu hamil membatasi makanan yang mengandung gas, seperti nangka, kol, dan ubi jalar, karena bisa memicu nyeri ulu hati.

3. Desakan Rahim ke Bawah Rusuk

Di akhir kehamilan, bayi dan rahim yang terus tumbuh mendorong ke atas hingga ke bawah rusuk. NHS menyebut nyeri tepat di bawah rusuk umum dialami pada fase ini. Nyeri ringan yang hilang saat Anda berganti posisi atau beristirahat biasanya tidak mengkhawatirkan, tetapi nyeri yang hebat atau menetap, terutama di sisi kanan, perlu segera diperiksa.

4. Mual dan Muntah yang Menyertai

Rasa mual bisa menyertai gangguan pencernaan dan banyak dialami ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Ayo Sehat Kemenkes menyebut mual muntah yang terus-menerus dan berlebihan sebagai tanda bahaya karena bisa menyebabkan dehidrasi dan kekurangan gizi, sehingga keluhan berat seperti hiperemesis gravidarum perlu segera diperiksa. Kemenkes juga memasukkan mual disertai muntah pada trimester kedua atau setelahnya ke dalam tanda yang perlu diperhatikan.

5. Batu Empedu

NIDDK menyebut kadar estrogen yang lebih tinggi selama hamil bisa membuat batu empedu lebih mudah terbentuk. Bila batu menyumbat saluran empedu, bisa muncul nyeri mendadak di perut kanan atas. MedlinePlus mencatat nyeri preeklamsia di sisi kanan bisa tertukar dengan nyeri kantong empedu, jadi sumber nyerinya perlu dinilai dokter.

Saat Nyeri di Bawah Rusuk Mengarah ke Preeklamsia

Preeklamsia adalah tekanan darah tinggi dalam kehamilan yang disertai protein dalam urine atau tanda gangguan organ lain, seperti hati dan ginjal. Kondisi ini umumnya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, dan NHS menyebut preeklamsia juga bisa muncul beberapa hari atau minggu setelah persalinan. Bila tekanan darah naik tanpa protein dalam urine atau gejala berat, kondisinya disebut hipertensi gestasional.

Sering kali ibu dengan preeklamsia tidak merasa sakit, sehingga tekanan darah dan urine diperiksa saat kontrol rutin. Bila muncul keluhan, nyerinya bisa terasa di sisi kanan bawah rusuk dan menjalar ke bahu kanan. NHS dan Kemenkes juga mencatat sakit kepala hebat yang tidak reda dengan obat pereda nyeri biasa, pandangan kabur atau melihat kilatan cahaya, bengkak mendadak di wajah, tangan, atau kaki, serta muntah.

Kemenkes memasukkan nyeri ulu hati yang tidak membaik dengan pengobatan ke dalam tanda preeklamsia berat, satu kelompok dengan kenaikan enzim hati. Pada sebagian kasus, kondisi ini bisa berlanjut menjadi eklamsia berupa kejang atau sindrom HELLP, yaitu gangguan hati dan darah yang jarang tetapi serius.

Membedakan Keluhan Lambung dari Tanda Bahaya

Ciri

Lebih mengarah ke keluhan lambung

Perlu segera diperiksa

Waktu muncul

Tidak lama setelah makan atau minum, bisa sejak awal kehamilan

Umumnya setelah usia kehamilan 20 minggu, bisa juga setelah persalinan

Letak dan sifat nyeri

Rasa panas atau perih di dada dan ulu hati

Nyeri di bawah rusuk, terutama sisi kanan, bisa menjalar ke bahu kanan

Respons terhadap istirahat atau obat

Ringan dan mereda saat berganti posisi, beristirahat, atau buang angin

Hebat, tidak hilang setelah istirahat 30 sampai 60 menit, atau tidak reda dengan obat maag

Keluhan penyerta

Begah, kembung, sendawa, makanan naik ke mulut

Sakit kepala hebat, pandangan kabur, bengkak mendadak, muntah, atau sesak napas

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Bila ragu, hubungi dokter kandungan atau bidan Anda.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Preeklamsia?

Kemenkes dan NHS mencatat beberapa faktor yang membuat risiko lebih tinggi:

  • Kehamilan pertama atau kehamilan kembar. Keduanya tercatat sebagai faktor risiko hipertensi dalam kehamilan. NHS juga menyebut jarak 10 tahun atau lebih sejak kehamilan sebelumnya.

  • Usia dan berat badan. Kemenkes menyebut usia di atas 35 tahun dan obesitas sebagai faktor risiko. Menjaga berat badan sehat lewat pola makan seimbang dan olahraga membantu menurunkan risiko.

  • Riwayat kesehatan. Riwayat preeklamsia sebelumnya atau di keluarga, diabetes, hipertensi atau penyakit ginjal sebelum hamil, dan penyakit autoimun termasuk faktor risiko. Sampaikan riwayat ini sejak kontrol pertama agar pemantauannya bisa disesuaikan.

Segera ke IGD atau Cukup Membuat Janji Kontrol?

Segera ke IGD bila nyeri ulu hati atau nyeri di bawah rusuk muncul bersama sakit kepala hebat, pandangan kabur, bengkak mendadak, muntah, atau sesak napas. Nyeri perut yang hebat atau tidak hilang setelah beristirahat 30 sampai 60 menit juga perlu segera diperiksa, begitu pula nyeri yang disertai perdarahan, kontraksi teratur, atau keluarnya cairan dari jalan lahir. Kewaspadaan ini tetap berlaku sampai beberapa minggu setelah persalinan.

Buat janji dengan dokter atau bidan bila heartburn tidak membaik setelah pola makan diubah. NHS juga menganjurkan pemeriksaan bila muncul sulit menelan, suara serak, batuk yang tidak kunjung reda, berat badan turun, atau perut terasa nyeri dan bengkak.

Cara Dokter Mencari Sumber Nyeri

Dokter akan menanyakan letak, waktu, dan pemicu nyeri, lalu memeriksa perut dengan menekan beberapa area secara perlahan. Bila ada dugaan preeklamsia, pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah. MedlinePlus menyebut tekanan darah pada preeklamsia sering 140/90 mmHg atau lebih. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

  • Cek protein dalam urine. Kemenkes menggunakan hasil dipstik +1 atau lebih sebagai penanda proteinuria. Hasilnya dibaca bersama tekanan darah dan keluhan Anda.

  • Tes darah. Pada dugaan preeklamsia, tes darah saat hamil diarahkan untuk menilai enzim hati, jumlah trombosit, dan kadar kreatinin sebagai gambaran fungsi ginjal. Hasilnya membantu dokter menilai berat ringannya kondisi.

  • USG kehamilan. Pemeriksaan ini memantau pertumbuhan dan kondisi bayi. Hasilnya ikut menentukan langkah penanganan berikutnya.

Cek Protein Urine atas Saran Dokter

Protein dalam urine termasuk tanda awal preeklamsia, selain tekanan darah tinggi. Karena itu, dokter biasanya meminta cek urine bersama pengukuran tekanan darah. Bila dokter memintanya, pemeriksaan urine rutin atau lengkap tersedia di Bumame, dan halaman produknya mencantumkan protein di antara parameter yang diperiksa. Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa, dan hasilnya keluar maksimal 1x24 jam. Keluhan berat tetap ditangani di IGD. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Cara Meredakan Nyeri Ulu Hati yang Aman bagi Ibu Hamil

Untuk keluhan ringan tanpa tanda bahaya, langkah meredakan nyeri ulu hati yang dianjurkan NHS antara lain:

  • Makan porsi kecil tetapi lebih sering. Perut yang terlalu kenyang lebih mudah memicu keluhan, jadi bagi tiga kali makan besar menjadi beberapa porsi kecil. Duduk tegak saat dan setelah makan agar tekanan pada lambung berkurang.

  • Beri jeda sebelum tidur. Hindari makan dalam 3 jam sebelum tidur malam. Ganjal kepala dan bahu dengan bantal agar asam lambung tidak mudah naik, dan cobalah tidur miring ke kiri.

  • Kurangi pemicu dari menu. Batasi minuman berkafein serta makanan yang berlemak, pedas, atau terlalu berat. Kemenkes juga menyebut kafein dalam kopi dan cokelat bisa meningkatkan tekanan darah.

  • Hindari rokok dan alkohol. Rokok membuat cincin otot di ujung bawah kerongkongan mengendur sehingga asam lebih mudah naik. Keduanya juga bisa memengaruhi kesehatan janin.

  • Konsultasikan obat sebelum diminum. Dokter atau bidan bisa menganjurkan antasida untuk menetralkan asam atau alginat untuk menahan asam naik ke kerongkongan. Beri tahu apoteker bahwa Anda hamil karena sebagian antasida tidak cocok untuk ibu hamil, dan beri jarak 2 jam dari tablet tambah darah atau asam folat karena antasida bisa menghambat penyerapannya.

Pantau Pola Nyeri dan Tetap Rutin Kontrol Kehamilan

Nyeri ulu hati saat hamil sering berasal dari lambung dan bisa diredakan dengan perubahan kebiasaan makan. Catatan tentang waktu, letak, dan keluhan penyerta membantu dokter membaca pola nyeri. Kontrol kehamilan yang teratur, termasuk cek tekanan darah dan urine, membantu menemukan perubahan lebih awal. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan selama hamil, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Hipertensi Dalam Kehamilan.

  2. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Tanda Bahaya Kehamilan yang Harus Diketahui Oleh Ibu Hamil.

  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Gizi Seimbang Ibu Hamil.

  4. NHS — Indigestion and Heartburn in Pregnancy.

  5. NHS — Stomach Pain in Pregnancy.

  6. NHS — Pre-eclampsia.

  7. MedlinePlus, National Library of Medicine — Preeclampsia.

  8. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) — Definition & Facts for Gallstones.

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apakah nyeri ulu hati saat hamil termasuk kondisi normal?

Rasa panas atau perih di ulu hati umum terjadi selama kehamilan, terutama setelah makan dan pada trimester akhir. Namun, nyeri hebat atau menetap, terlebih jika disertai sakit kepala berat, pandangan kabur, atau bengkak mendadak, perlu segera diperiksa karena bisa menjadi tanda preeklamsia.

Kenapa ulu hati sakit saat hamil tua?

Rahim yang membesar dapat menekan lambung dan area bawah rusuk. Perubahan hormon juga membuat otot antara lambung dan kerongkongan lebih kendur sehingga asam lambung mudah naik. Meski demikian, nyeri hebat atau menetap di bawah rusuk kanan saat hamil tua perlu segera diperiksa untuk menyingkirkan preeklamsia.

Bagaimana membedakan nyeri ulu hati biasa dengan tanda preeklamsia?

Keluhan lambung biasanya muncul setelah makan dan dapat disertai kembung, sendawa, atau rasa asam di mulut. Sebaliknya, nyeri hebat atau menetap di bawah rusuk, terutama sisi kanan, yang disertai sakit kepala berat, pandangan kabur, bengkak mendadak, atau sesak napas merupakan tanda bahaya. Segera cari pertolongan medis jika gejala tersebut muncul.

Apakah ibu hamil boleh minum obat maag?

Dokter atau bidan dapat menyarankan antasida atau alginat untuk meredakan keluhan, tetapi tidak semua antasida cocok untuk ibu hamil. Konsultasikan obat sebelum mengonsumsinya dan beri jarak dua jam dari tablet tambah darah atau asam folat karena antasida dapat menghambat penyerapannya.

Posisi tidur apa yang membantu meredakan nyeri ulu hati saat hamil?

Tinggikan kepala dan bahu menggunakan bantal agar asam lambung tidak mudah naik. Tidur miring ke kiri juga dapat membantu. Hindari makan dalam tiga jam sebelum tidur dan pilih porsi makan kecil tetapi lebih sering untuk mengurangi tekanan pada lambung.