Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Pori-Pori Besar: Penyebab dan Cara Menyamarkannya
Kembali ke Artikel & Berita

Pori-Pori Besar: Penyebab dan Cara Menyamarkannya

SBATips Kesehatan

Selesai mencuci muka, titik-titik kecil di hidung dan pipi sering tampak makin jelas di depan cermin. Banyak orang lalu mencoba memencetnya, menempelkan strip hidung, atau menggosok wajah dengan scrub agar pori terlihat lebih rapat.

Sayangnya, cara yang terlalu keras justru bisa mengiritasi kulit dan membuat pori makin terlihat. Sebagian titik gelap di hidung bahkan merupakan bagian normal dari kulit yang akan terisi kembali meski sudah dipencet.

Artikel ini membahas penyebab pori tampak besar, cara membedakannya dari komedo dan filamen sebasea, kebiasaan yang perlu dihindari, langkah menyamarkannya, dan kapan perlu ke dokter kulit.

Apa Itu Pori-Pori Besar dan Bisakah Mengecil?

Pori adalah lubang kecil di permukaan kulit yang menjadi jalan keluar keringat dan sebum dari kelenjar di bawahnya. Sebum adalah minyak alami kulit yang dihasilkan kelenjar sebasea, sehingga kelenjar ini juga dikenal sebagai kelenjar minyak. Pori umumnya tampak lebih jelas di area wajah yang memiliki banyak kelenjar minyak. Pori-pori besar adalah sebutan untuk pori yang tampak lebar dan mudah terlihat dengan mata telanjang, terutama pada kulit yang berminyak.

Lalu, bisakah pori dikecilkan? Menurut dokter kulit di Cleveland Clinic, ukuran pori sebagian besar ditentukan faktor genetik, sehingga pori tidak bisa dikecilkan secara permanen. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa pori tetap bisa dibuat kurang mencolok dengan menjaganya tetap bersih, mengendalikan minyak, dan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.

Penyebab Pori Tampak Lebih Lebar

Beberapa faktor berikut bisa membuat pori tampak lebih besar:

  • Faktor keturunan. Ukuran dasar pori sebagian besar diwariskan secara genetik. Itulah sebabnya dua orang dengan rutinitas perawatan yang sama bisa memiliki pori yang tampak berbeda.

  • Kulit berminyak. Menurut AAD, kulit yang berminyak dan pori yang tersumbat bisa membuat pori tampak lebih lebar. Minyak berlebih juga lebih mudah menyumbat pori bersama sel kulit mati.

  • Perubahan hormon. Saat pubertas, pergeseran hormon membuat kelenjar minyak bekerja lebih aktif, baik pada remaja putri maupun pada remaja putra yang tengah mengalami perubahan hormon pada laki-laki. Pada usia dewasa, naik turunnya hormon perempuan menjelang haid, selama kehamilan, dan saat menopause juga bisa memicu jerawat.

  • Bertambahnya usia. Seiring usia, kulit kehilangan kolagen dan elastin, yaitu protein yang menjaga kulit tetap kencang dan lentur. Kulit yang mulai kendur membuat pori tampak lebih lebar. Cleveland Clinic mencatat kulit mulai mengendur saat memasuki usia 40-an dan 50-an, sehingga pori dan filamen sebasea tampak lebih jelas.

  • Paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet (UV) memecah kolagen dan elastin di kulit. Makin banyak kerusakan akibat sinar matahari, makin berkurang kekencangan kulit, sehingga pori makin terlihat. Kemenkes juga menyebut paparan sinar UV sebagai penyebab utama kanker kulit.

  • Pori tersumbat dan komedo. Sel kulit mati dan minyak yang menumpuk bisa menyumbat pori dan membentuk komedo. Pori yang tersumbat seperti ini tampak lebih lebar. Sumbatan serupa pada folikel rambut, yaitu kantong kecil tempat rambut tumbuh, juga menjadi awal terbentuknya jerawat.

Pori Besar, Komedo, atau Filamen Sebasea?

Titik gelap di hidung sering dianggap kotoran yang menyumbat pori. Padahal, titik itu bisa saja filamen sebasea, yaitu struktur halus seperti benang yang melapisi kelenjar minyak dan membantu mengalirkan minyak ke permukaan kulit. Setiap orang memiliki filamen sebasea, dan struktur ini tidak tergolong jerawat.

Kondisi

Tampilannya

Yang Terjadi di Pori

Langkah yang Sesuai

 

Pori tampak besar

Lubang kecil di permukaan kulit yang tampak lebar

Dipengaruhi keturunan, minyak, usia, dan kerusakan akibat sinar matahari

Perawatan rutin untuk menyamarkan tampilannya

Komedo hitam atau komedo terbuka

Bintik hitam atau cokelat, biasanya datar tetapi bisa sedikit menonjol

Sumbatan minyak dan sel kulit mati dengan permukaan yang tampak gelap

Bersihkan wajah secara rutin, pilih produk yang tidak menyumbat pori, dan hindari memencet

Komedo putih atau komedo tertutup

Benjolan kecil berwarna seperti kulit

Folikel rambut tersumbat sel kulit mati dan minyak

Sama seperti komedo hitam, periksakan bila tidak kunjung membaik

Filamen sebasea

Bintik kecil datar berwarna abu-abu, cokelat muda, atau kekuningan, terutama di hidung, dahi, dan dagu

Bagian normal dari kelenjar minyak tanpa sumbatan, sehingga minyak tetap mengalir

Cukup dirawat dengan pembersihan rutin karena akan terisi kembali bila dipencet

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Filamen sebasea yang dipencet akan terisi kembali dalam waktu sekitar 30 hari. Strip pori memang bisa ikut mengangkat filamen sebasea, tetapi cara ini bisa membuat kulit kering. Untuk komedo yang sudah terbentuk, pilih cara menghilangkan komedo yang lembut bagi kulit.

Baca Juga: Vitamin untuk Mengatasi Jerawat

Kebiasaan yang Membuat Pori Makin Terlihat

Keinginan membuat pori cepat rapat sering mendorong cara yang terlalu keras. AAD menjelaskan bahwa mengorek, memencet, atau mencungkil pori bisa mengiritasi kulit, sehingga pori justru tampak lebih jelas. Memencet jerawat atau komedo juga bisa meninggalkan bekas luka di wajah.

Menggosok wajah dengan kuat tidak membuat kulit lebih bersih. Gosokan dan butiran scrub yang kasar bisa mengiritasi kulit dan memperburuk jerawat. Kemenkes juga menyarankan untuk menghindari sabun batangan karena bisa membuat kulit kering.

Mencuci muka terlalu sering juga perlu dihindari. Kemenkes menyarankan cuci muka dua kali sehari, pagi dan malam, karena mencuci lebih sering bisa mengeringkan kulit. Kebiasaan lain yang perlu diubah adalah tidur tanpa membersihkan riasan, melewatkan pelembap karena kulit terasa berminyak, dan sering menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.

Cara Menyamarkan Pori-Pori Besar di Rumah

Perawatan berikut membantu pori tampak lebih samar bila dijalani secara rutin:

  1. Bersihkan wajah dengan lembut. Gunakan pembersih berbahan dasar air yang lembut setiap pagi dan malam. Menurut AAD, membersihkan wajah dua kali sehari membantu membuka sumbatan pori, mencegah pori tersumbat, dan mengurangi minyak berlebih.

  2. Pilih produk nonkomedogenik. Cari label nonkomedogenik, bebas minyak, atau tidak menyumbat pori pada semua produk yang dioleskan ke wajah. Aturan ini berlaku juga untuk riasan dan tabir surya.

  3. Tetap gunakan pelembap. PERDOSKI menyarankan pelembap yang banyak mengandung air, bebas minyak, dan nonkomedogenik, umumnya berbentuk gel atau losion. Pelembap juga membantu saat kulit terasa kering akibat produk perawatan jerawat.

  4. Pakai tabir surya setiap hari. AAD menyarankan tabir surya berspektrum luas (broad spectrum) yang tahan air dengan SPF 30 atau lebih untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari. Pilih tekstur yang ringan dan bebas minyak, lalu oleskan ulang setiap dua jam. Topi bertepi lebar dan pakaian lengan panjang ikut membantu melindungi kulit.

  5. Angkat sel kulit mati secara teratur. Eksfoliasi atau pengelupasan sel kulit mati bisa membuat pori kurang mencolok. Produk dengan asam alfa hidroksi (AHA) atau asam beta hidroksi (BHA) mengangkat lapisan atas sel kulit mati dan membantu membuka sumbatan pori. Bila ragu memulainya, dokter spesialis kulit bisa membantu memilih produk yang sesuai.

  6. Mulai retinol secara bertahap. Retinol adalah turunan vitamin A yang membantu meningkatkan pembentukan kolagen dan mengangkat sel kulit mati. AAD menyarankan produk ini dioleskan sebelum tidur. Mulailah dengan lapisan tipis dua kali seminggu, karena di awal pemakaian retinol bisa menimbulkan iritasi.

Selain perawatan dari luar, Kemenkes menyarankan menambahkan buah segar, sayuran, dan biji-bijian ke menu harian untuk mendukung perawatan kulit berjerawat. Buah dan sayur juga menyumbang vitamin C dan zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh.

Perawatan Pori di Dokter Kulit

Bila perawatan di rumah belum memberi hasil yang diharapkan, dokter spesialis kulit bisa menawarkan pilihan lain. Dokter akan memeriksa kulit secara langsung dan menyesuaikan perawatan dengan jenis kulit serta keluhan Anda.

Menurut Cleveland Clinic, dokter bisa meresepkan retinoid dengan kekuatan lebih tinggi atau obat minum yang menurunkan produksi minyak. Tindakan microneedling memakai alat berjarum halus untuk membuat tusukan kecil pada kulit, sehingga tubuh terpicu membentuk kolagen yang memperkuat struktur penyangga di sekitar pori. Terapi laser mengelupas lapisan atas kulit dan mendorong pembentukan kolagen di bawahnya, biasanya dalam beberapa sesi dengan jarak 4 sampai 8 minggu.

AAD juga mencatat banyak tindakan pengencangan kulit di klinik dokter kulit yang tidak memerlukan masa pemulihan. Diskusikan manfaat dan risiko setiap tindakan bersama dokter Anda.

Kapan Pori Besar Perlu Diperiksakan ke Dokter Kulit?

Pori besar umumnya bisa dirawat di rumah. Periksakan diri ke dokter spesialis kulit bila komedo tetap membandel atau filamen sebasea masih mencolok meski sudah memakai produk bebas resep. Dokter akan mencari penyebabnya dan menentukan langkah berikutnya.

NHS juga menyarankan pemeriksaan bila jerawat muncul dalam jumlah banyak, terasa dalam dan sakit, atau mulai meninggalkan bekas. Pada kondisi ini, dokter bisa memberikan perawatan yang hanya tersedia dengan resep.

Kulit yang memerah, perih, atau mengelupas setelah memakai produk baru juga perlu diperhatikan. Iritasi bisa muncul saat mulai memakai retinol atau produk perawatan jerawat yang membuat kulit kering. Bila keluhan menetap, dokter akan menilai kemungkinan dermatitis dan menyesuaikan rutinitas Anda.

Segera periksakan pula benjolan baru, tahi lalat yang berubah warna, ukuran, atau bentuk, serta area kulit yang gatal, nyeri, atau berdarah. Kemenkes menyarankan konsultasi ke dokter bila muncul perubahan kulit yang mencurigakan.

Jadikan Perawatan Lembut sebagai Kebiasaan Harian

Pori-pori besar dipengaruhi banyak hal, mulai dari keturunan, minyak, hormon, usia, hingga sinar matahari. Membersihkan wajah dengan lembut, memilih produk yang tidak menyumbat pori, dan rutin memakai tabir surya membantu pori tampak lebih samar dari waktu ke waktu.

Bila Anda juga ingin memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh lewat medical check up, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. American Academy of Dermatology. What can treat large facial pores?

  2. Cleveland Clinic. 7 Ways To Minimize Pores.

  3. Cleveland Clinic. Sebaceous Filaments: Difference From Blackheads & Treatment.

  4. NHS. Acne.

  5. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Komedo dan Cara Menghilangkannya.

  6. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat.

  7. PERDOSKI. Mengapa Wajah Berjerawat Tetap Butuh Pelembap?

  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. Kanker Kulit.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apakah pori-pori besar bisa dikecilkan secara permanen?

Ukuran pori sebagian besar ditentukan oleh faktor genetik sehingga tidak bisa dikecilkan secara permanen. Namun, pori dapat dibuat kurang mencolok dengan membersihkan wajah secara lembut, mengendalikan minyak, menggunakan tabir surya, dan memilih perawatan yang sesuai.

Apa penyebab pori-pori wajah terlihat besar?

Pori-pori dapat terlihat besar karena faktor keturunan, kulit berminyak, perubahan hormon, pertambahan usia, paparan sinar matahari, serta penumpukan minyak dan sel kulit mati yang menyumbat pori.

Apa perbedaan pori besar, komedo hitam, dan filamen sebasea?

Pori besar merupakan lubang kulit yang tampak lebar. Komedo hitam terbentuk dari sumbatan minyak dan sel kulit mati dengan permukaan gelap. Sementara itu, filamen sebasea adalah struktur normal yang membantu mengalirkan minyak ke permukaan kulit dan akan terisi kembali jika dipencet.

Apakah memencet komedo atau memakai strip hidung bisa mengecilkan pori?

Tidak secara permanen. Memencet atau mengorek pori dapat mengiritasi kulit, membuat pori lebih terlihat, dan meninggalkan bekas luka. Strip hidung hanya mengangkat isi pori sementara dan berisiko membuat kulit kering.

Kapan pori-pori besar perlu diperiksakan ke dokter kulit?

Periksakan diri jika komedo tidak membaik dengan perawatan rutin, jerawat berjumlah banyak atau terasa nyeri, kulit memerah atau mengelupas setelah memakai produk, maupun muncul benjolan atau bercak kulit baru yang berubah.